LPS Tak Menaikkan Bunga Penjaminan

NERACA

Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan memutuskan tidak menaikkan tingkat suku bunga penjaminan (LPS Rate) simpanan dalam rupiah (7,75%) dan valuta asing (1,5%) di Bank Umum serta simpanan dalam rupiah di Bank Perkreditan Rakyat (10,25%), untuk periode 15 Januari - 14 Mei 2015.

Menurut Sekretaris LPS, Samsu Adi Nugroho, penetapan tingkat bunga penjaminan tersebut didasarkan atas pertimbangan bahwa meskipun suku bunga pasar mengalami peningkatan namun kenaikannya dinilai bersifat sementara.

“Kami menilai kondisi likuiditas perbankan terus membaik dengan tren pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang bergerak searah dengan target kebijakan Bank Indonesia,” ujar Samsu di Jakarta, Minggu (18/1), pekan lalu.

Namun demikian, perbankan tetap perlu memperhatiakn kondisi likuiditas yang diperkirakan masih memiliki risiko mengetat. Sesuai ketentuan LPS, apabila suku bunga simpanan yang diperjanjikan antara bank dengan nasabah penyimpan melebihi tingkat bunga penjaminan simpanan, maka simpanan nasabah dimaksud menjadi tidak dijamin.

Berkenaan dengan hal tersebut, bank diharuskan untuk memberitahukan kepada nasabah penyimpan mengenai tingkat bunga penjaminan simpanan yang berlaku dengan menempatkan informasi dimaksud pada tempat yang mudah diketahui oleh nasabah penyimpan.

Sejalan dengan tujuan untuk melindungi nasabah dan memperluas cakupan tingkat bunga penjaminan, LPS menghimbau agar perbankan lebih memperhatikan ketentuan tingkat bunga penjaminan simpanan dalam rangka penghimpunan dana.

“Dalam menjalankan usahanya, bank hendaknya memperhatikan kondisi likuiditas ke depan,” tambahnya. Dengan demikian, bank diharapkan dapat pula mematuhi ketentuan pengelolaan likuiditas perekonomian oleh Bank Indonesia serta pengaturan dan pengawasan perbankan oleh Otoritas Jasa Keuangan. [fba]

Related posts