AAEI Serukan Sosialisasi Terintegrasi - Kembangkan Pasar Modal Syariah

NERACA

Jakarta – Belum banyaknya masyarakat mengenal betul pasar modal syariah, menjadi perhatian serius Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) yang menegaskan, bahwa pasar modal syariah perlu disosialisasikan dari industri pasar modal, tidak hanya pelaku pasar yang melakukan.

Ketua AAEI Haryajid Ramelan mengungkapkan, jika industri perlahan membangun sektor syariah, maka industri pasar modal akan maju,”Tentu disikapi bahwa industri pasar modal tidak bisa berdiri sendiri dimotori perbankan asuransi, dan lain-lain. Kalau ada konvensional dan syariah yang bergulir akan meningkatkan literasi keuangan," ujarnya di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Dia juga menjelaskan, pasar modal syariah bisa menjadi daya tahan jika perekonomian sedang dilanda krisis."Belajar dari 2008, 2004, efek syariah berikan daya tahan yang kuat dibandingkan saham tertentu. Ada juga bond syariah relatif cukup bagus," pungkasnya.

Direktur Pemeriksaan dan Penyidikan Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sardjito pernah bilang, ada yang salah dalam pengembangan pasar modal syariah dalam satu dekade yang belum tumbuh pesat. Hal ini dikarenakan, ketidakseriusan dalam mengamati dan meningkatkan pemahaman pasar modal syariah menjadi alasan tidak berkembangnya pasar modal syariah, ketimbang dengan negara Malaysia,”Kenapa syariah tidak maju, kita tidak pernah serius berlatih mengamati dan meningkatkan pasar modal syariah,”ujarnya.

Menurut dia, pasar modal syariah tidak boleh hanya dibicarakan. Akan tetapi harus ada kriteria yang lebih kogkret seperti pasar modal syariah lebih aman dari pasar modal yang konvensional dan mampu bersaing,”Sudah saatnya, kita tidak bisa lagi hanya menjadi pasar,”tandasnya.

Sardjito mengatakan, perlu ada regulasi yang mendorong agar pasar modal syariah berkembang dengan bagus.Oleh karena itu, guna meningkatkan daya saing pasar modal syariah diperlukan roadmap atau panduan tentang pasar modal syariah ke depannya dan perlu adanya revitalisasi kebangkitan semangat untuk pengembangan pasar modal syariah.

Bagi ekonom syariah Adiwarman A. Karim, pasar modal syariah di Indonesia bakal berkembang pesat dan peluang itu ada. Selain itu, dia menyakini pada 2015, Indonesia akan menjadi trensenter atau kiblatnya pasar modal syariah di dunia,”Ini momentum tepat, Indonesia akan menjadi kiblat pasar modal syariah di dunia,” ujarnya.

Kemudian Haryajid menegaskan, saat ini pelaku pasar modal Indonesia, terutama analis dalam negeri diyakini siap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun ini atau berkompetisi dengan analis pasar modal dari negara lain, “Kesiapan kita sudah selenggarakan sertifikasi, mereka asing datang ke dalam dengan gelar CFA. Kita punya kompetensi yang bagus agar pakai orang kita. Kita bangun bersama dengan proteksi tenaga orang Indonesia dulu. Makanya kita selenggarakan peningkatan kompetensi dengan berbagai pelatihan,”ungkapnya.

Dia menuturkan, penglihatannya langsung bahwa masih banyak asing yang mendominasi pasar modal Indonesia."Asing sudah masuk dari Philipina, India, dan China. Di salah satu perusahaan yang saya lihat, orang Indonesia hanya dua sisanya asing. Setidaknya 50:50 asing dan lokal, mereka serbu kita , kita belum persiapan, ayolah kita harus siap," pungkas Haryajid. (bani)

Related posts