Peringkat A Siantar Top Masih Bertahan

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mempertahankan peringkat idA untuk PT Siantar Top Tbk (STTP), dengan prospek stabil. Informasi tersebut disampaikan Pefindo dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Selain itu, Pefindo juga memberikan peringkat serupa untuk Obligasi Berkelanjutan I/2014, yang diterbitkan perusahaan manufaktur produk makanan kemasan tersebut. Kata analis Pefindo Anies Setyaningrum, peringkat itu mencerminkan posisi perusahaan yang kuat pada pasar makanan ringan domestik,”Selain itu, penawaran produk yang beragam dan diversifikasi penjualan yang baik secara geografis serta proteksi arus kas yang kuat,”ujarnya.

Kendati demikian, menurut dia, peringkat dibatasi risiko tarkait investasi perusahaan pada bisnis kopi, eksposur terhadap fluktuasi biaya bahan baku, dan kompetisi yang ketat pada pasar makanan kemasan. Tahun ini, PT Siantar Top Tbk mengalokasikan belanja modal sebesar Rp367 miliar.

Rencananya, dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan bisnis seiring besarnya permintaan masyarakat terhadap produk makanan,”Dana tersebut kami peroleh dari anggaran internal sisa proyek tahun lalu dan pinjaman bank," kata Komisaris Utama PT Siantar Top Tbk, Osbert Kosasih.

Menurut dia, besaran anggaran untuk pengembangan perusahaan juga disalurkan guna membiayai kegiatan produksi baru. Seperti biskuit, sereal, krupuk, coklat, dan kopi. Pihaknya optimistis dengan investasi tersebut, maka perusahaan berbagai produk makanan itu mampu meningkatkan penjualan 30% tahun depan.

Selain itu, perseroan juga menargetkan produksi tumbuh 30% hingga 35%. Disamping itu, lanjutnya, perseroan optimis penjualan tahun ini akan tumbuh. Dimana keyakinan tersebut, jelas dia, dikarenakan selama ini perusahaan tidak terpengaruh dengan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). (bani)

BERITA TERKAIT

Menteri Kelautan dan Perikanan - Ancaman Terhadap Laut Masih Tinggi

Susi Pudjiastuti Menteri Kelautan dan Perikanan Ancaman Terhadap Laut Masih Tinggi Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan…

Serapan Dana Ketahanan Pangan Sumsel Masih Rendah

Serapan Dana Ketahanan Pangan Sumsel Masih Rendah NERACA Palembang - Serapan dana ketahanan pangan di Sumatera Selatan (Sumsel) terbilang masih…

BPS: Ketimpangan Pendapatan Masih Tinggi

Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, tingkat ketimpangan antara penduduk kaya dan miskin di Indonesia (gini ratio) turun tipis dari 0,391…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Rencana Perubahan Lot Saham - APEI: Perlu Ada Kesiapan Anggota Bursa

NERACA Jakarta – Rencana direktur utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi bersama tim menurunkan jumlah satu lot jadi…

Pacu Nilai Tambah di Sektor Hilir - MGRO Bangun Pabrik Senilai Rp 330 Miliar

NERACA Jakarta – Mengantungi dana segar dari IPO, PT Mahkota Group Tbk (MGRO) akan berinvetasi sebesar Rp 330 miliar membangun…

Kembangkan Ekspansi Bisnis - NFC Indonesia Buka Peluang Untuk Akuisisi

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, harga saham PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) langsung dibuka menguat 49,73% pada…