Bukaka Teknik Utama Kembali Listing

NERACA

Jakarta – Setelah rencana PT Mitra Energi Persada listing kembali atau relisting di pasar modal tahun ini, hal yang sama juga bakal di lakukan PT Bukaka Teknik Utama untuk melakukan pencatatan saham kembali setelah pada tahun 2007 telah di delisting di pasar modal.

Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Hoesen mengatakan, tahun ini PT Bukaka Teknik Utama merencanakan untuk melakukan pencatatan saham kembali atau "relisting,”Manajemen perusahaan itu sudah mengabarkan ke bursa untuk 'relisting', mereka menggunakan buku laporan keuangan periode Desember 2014 sebagai salah satu syaratnya,”ungkapnya di Jakarta, kemarin.

Saat ini, lanjut Hoesen, pihak bursa sedang menunggu hasil audit laporan keuangan perseroan dan diperkirakan selesai pada Februari mendatang, jika prosesnya lancar pada tahun ini Bukaka Teknik Utama dapat melakukan pencatatan sahamnya kembali. Nantinya, setelah hasil audit laporan keuangan yakni menentukan harga sahamnya, harga terakhir ketika 'delisting' bisa berubah karena berbeda dengan kondisi sekarang.

Hoesen menjelaskan, Bukaka Teknik Utama dihapus dari papan perdagangan saham pada 2007 lalu karena keberlangsungan usaha yang tidak jelas dan perseroan bakal "relisting" untuk mencari dana melalui pasar modal dalam mendukung kegiatan ekspansinya.

Bukaka Teknik Utama memiliki kegiatan utama meliputi rekayasa dan pembuatan infrastruktur produk dan jasa terkait. Sebelumnya, Direktur Utama BEI Ito Warsito menambahkan bahwa pihaknya meyakini pada tahun 2015 ini, semua sektor usaha berminat untuk mencatatkan sahamnya di bursa dalam rangka untuk meningkatkan modal ekspansi,”Untuk sektor yang mendominasi pada tahun ini, kita harus lihat nanti pada akhir tahun. Tetapi dalam waktu dekat akan ada sektor pertambangan, manufaktur, dan jasa. Tahun ini akan lengkap," ujar dia.

Sejauh ini, kata Ito, ketiga sektor itu sedang melakukan penjajakan untuk merealisasikan niatnya untuk masuk pasar modal, beberapa diantaranya sempat tertunda rencananya 2014 karena ketidakpastian situasi politik dan kondisi global yang perekonomiannya sedang melambat.

Ito Warsito juga meyakini bahwa target BEI untuk menambah jumlah emiten saham di industri pasar modal Indonesia sebanyak 32 perusahaan pada tahun ini akan tercapai, atau lebih baik dari 2014 lalu yang hanya sebanyak 23 perusahaan, di bawah target sebanyak 30 perusahaan. (bani)

Related posts