BTPN Usulkan Wakil SMBC Jadi Komisaris

NERACA

Jakarta - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk mengusulkan dua wakil Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) sebagai anggota dewan komisaris. Usulan tersebut diberikan saat berlangsungnya Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), di Jakarta, Kamis (15/1).

Direktur Utama BTPN, Jerry Ng mengatakan, pemegang saham setuju untuk menetapkan Chow Ying Hoong dan Hiroshi Higuma sebagai anggota dewan komisaris. Mereka menggantikan Ranvir Dewan dan Sunata Tjiterosampurno. Perubahan jajaran komisaris ini tidak menambah anggota dewan komisaris yang berjumlah enam orang.

"Kami optimistis perubahan ini semakin memperkuat BTPN sebagai bank yang fokus pada segmen pensiunan, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), dan masyarakat prasejahtera produktif. Kehadiran SMBC sebagai pemegang saham BTPN akan memberikan nilai tambah karena SMBC memiliki kekuatan dan pengalamanan tertentu seperti pendanaan yang akan memperkuat bisnis dan pertumbuhan BTPN ke depan," kata Jerry.

Dia juga menjelaskan, Chow Ying Hoong bergabung dengan SMBC sejak April 2010. Saat ini ia menjabat Director & Deputy Head for Asia Pacific Division di SMBC Singapura. Sementara Hiroshi Higuma berkarir di SMBC sejak 1997. Saat ini ia menjabat sebagai Joint General Manager of Emerging Markets Business Division SMBC di Singapura.

Selain itu, dalam RUPSLB, dia menuturkan, penunjukan Jerry Ng dan Anika Faisal, masing-masing dalam jabatannya sebagai Direktur Utama dan Direktur Kepatuhan merangkap Direktur Independen. Penugasan sebagai Direktur Independen ini telah dilakukan pada Mei 2014 lalu dalam rangka mematuhi Peraturan Bursa Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham Yang Diterbitkan oleh Perusahaan.

Para pemegang saham juga menyetujui perubahan dan pernyataan kembali perubahan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan sehubungan dengan Pemisahan Unit Usaha Syariah (spin off). BTPN Syariah yang berfokus melayani dan memberdayakan perempuan dari keluarga prasejahtera produktif ini resmi beroperasi sebagai bank umum syariah sejak 14 Juli 2014.

"Dengan dukungan dan sinergi dengan SMBC, ke depan secara konsisten BTPN akan tetap mengembangkan bisnis dan layanan perbankan di segmen pensiunan, UMKM dan masyarakat prasejahtera produktif. Selain itu, BTPN juga membuka peluang mengeksplorasi bisnis-bisnis lain di segmen tersebut, yang selama ini belum dilakukan," tandasnya. [ardi]

BERITA TERKAIT

Pembiayaan BTPN Syariah Tumbuh 19,1%

  NERACA   Jakarta - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPN Syariah) hingga akhir Juni 2018 membukukan pembiayaan…

Wakil Presiden RI - KPK Banyak "Pasien", BPKP Tidak Efektif

Jusuf Kalla Wakil Presiden RI KPK Banyak "Pasien", BPKP Tidak Efektif  Jakarta - Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) Jusuf Kalla…

Wakil Ketua MPR RI - Usulan Hidupkan Kembali GBHN Tinggal Wacana

Hidayat Nur Wahid Wakil Ketua MPR RI Usulan Hidupkan Kembali GBHN Tinggal Wacana Jakarta - Wakil Ketua MPR RI Hidayat…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Tingkat Bunga Penjaminan LPS Naik 25 Bps

      NERACA   Jakarta - Rapat Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menetapkan tingkat bunga penjaminan untuk periode…

The Fed Dinilai Tak Akan Agresif Naikkan Bunga

    NERACA   Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah memprediksi Bank Sentral AS The…

Laba BTPN Tumbuh 17%

      NERACA   Jakarta - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) mencatatkan pertumbuhan laba bersih 17 persen…