Dana Kelolaan dan Peserta Mandiri DPLK Bertumbuh

NERACA

Jakarta - Dana Pensiun Lembaga Keuangan Bank Mandiri mencatatkan pertumbuhan bisnis yang signifikan pada akhir 2014. Hingga 31 Desember, jumlah dana kelolaan (asset under management / AUM) perseroan meningkat menjadi Rp3,69 triliun atau 1,659% dari sebelumnya Rp210 miliar, dengan jumlah peserta yang ikut meningkat sebesar 39 ribu orang atau 86% dari sebelumnya yang hanya 21 ribu orang.

"Pencapaian pada tahun lalu tidak hanya dilihat dari jumlah AUM dan jumlah peserta saja. Hasil kinerja investasi Mandiri DPLK juga terus meningkat dengan pertumbuhan yang positif untuk semua paket investasi," ujar Direktur Keuangan dan Umum Mandiri DPLK, Rudi Rahman, di Jakarta, Kamis (15/1).

Menurut dia, sampai akhir 2014, paket investasi Saham Pasar Uang (SHPU) mencatat kenaikan aset sebesar 20,25% (year on year / yoy) dan pertumbuhan paket investasi Saham Pendapatan Tetap (SHPT) naik 17,08% (yoy). Sedangkan return on investment (ROI) blended mencapai level 11%.

Rudi juga mengatakan bahwa pencapaian ini patut disyukuri. Apalagi, tahun lalu Mandiri DPLK juga berhasil mengembangkan bisnis melalui penyelenggaraan Program Pensiun Untuk Kompensasi Pesangon (PPUKP) dan Progam Pensiun Iuran Pasti (PPIP).

"Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras dan cerdas seluruh jajaran Mandiri DPLK dan semakin memacu kami untuk terus memberikan manfaat terbaik,” terangnya. Pencapaian di 2014 ini diharapkan telah menempatkan Mandiri DPLK dalam daftar 10 lembaga Dana Pensiun terbesar di Tanah Air.

Pada tahun ini, Rudi mengaku optimis Mandiri DPLK dapat kembali membukukan kinerja yang baik dengan mengandalkan pengembangan bisnis yang fokus pada individual melalui program Mandiri DPLK Smile.

Program Mandiri DPLK Smile, kata Rudi, merupakan produk retail yang akan dijual di seluruh cabang induk usahanya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Adapun target peserta dari program ini adalah lebih kurang 90 ribu peserta dari seluruh cabang Bank Mandiri.

“Jika izin dari Bank Indonesia telah diperoleh maka Mandiri DPLK telah siap untuk masuk ke seluruh segmen nasabah Bank Mandiri,” jelas Rudi. Dia mengungkapkan, pada 2015, Mandiri DPLK berharap dapat mendorong pertumbuhan AUM sekitar 40% dengan ROI antara 12%-13%, serta meningkatkan kepesertaan sebesar 180%.

Sebelumnya, Rudi pernah bilang jika Mandiri DPLK mengalihkan sebagian dana yang sebelumnya diinvestasikan dalam bentuk deposito di Bank Mandiri ke bank BUKU II (bank dengan modal inti Rp1 triliun - Rp5 triliun).

Pengalihan tersebut dilakukan seiring dengan dikeluarkannya kebijakan batas atas suku bunga deposito untuk Bank BUKU III (bank dengan modal inti Rp5 triliun - Rp30 triliun) dan Bank Buku IV (bank dengan modal inti di atas Rp30 triliun).

Kendati dana kelolaan Mandiri DPLK ditempatkan di bank BUKU II, Rudi memastikan dana tersebut akan tetap aman. Dia juga menuturkan, pihaknya memilih bank BUKU II yang kinerjanya baik dan kuat. [retno]

Related posts