Anak Usaha Astra Himpun Dana Rp 30 Triliun

NERACA

Jakarta - Dua anak usaha PT Astra International Tbk (ASII), PT Astra Sedaya Finance dan PT Federal International Finance (FIF), akan menghimpun dana senilai total Rp 30 triliun tahun ini. Dana tersebut akan digunakan untuk memenuhi target pembiayaan konsumen.

Sesuai rencana, Astra Sedaya menargetkan pembiayaan senilai Rp 27 – 30 triliun, lebih tinggi dibandingkan estimasi tahun lalu sekitar Rp 25 – 26 triliun. Sementara itu, FIF Group membidik sekitar Rp 27,5 triliun, atau hampir sama dengan realisasi pembiayaan 2014.

Presiden Direktur Astra Sedaya Jodjana Jody mengungkapkan, pihaknya akan menggalang sekitar Rp 15 – 20 triliun untuk mendanai bisnis pembiayaan tahun ini. Adapun dana akan berasal dari emisi obligasi dan pinjaman perbankan. Umumnya, sebanyak 65% porsi pendanaan dipenuhi oleh pinjaman, sedangkan sisa 35% oleh obligasi,”Sebagian besar pendanaan kami memang berasal dari perbankan. Kami sedang membidik pinjaman bank dari dalam maupun luar negeri,” kata Jody di Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan, opsi pinjaman saat ini lebih menarik dibandingkan obligasi. Pasalnya, para ekonom telah memprediksi peluang kenaikan BI-rate menjadi 8,5% dari saat ini 7,75%. Jika terjadi, pendanaan melalui emisi obligasi akan lebih berat.

Meski begitu, lanjut Jody, pihaknya tetap mengkaji penerbitan obligasi senilai Rp 1,5 triliun pada semester I – 2015. Obligasi ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) II senilai total Rp 10 triliun. “Namun, kalau ternyata suku bunga naik, emisi kemungkinan akan ditunda,” ujar dia.

Sebelumnya, Astra Sedaya menerbitkan obligasi sebesar Sin$ 100 juta atau sekitar Rp 944 miliar. Surat utang bertenor tiga tahun itu dijamin oleh Credit Guarantee and Investment Facility (CGIF). Penerbitan obligasi berdenominasi dolar Singapura pada pekan lalu itu merupakan pertama kali bagi Astra Sedaya dalam mendiversifikasi sumber pendanaan.

Hal itu juga menambah portofolio jaminan CGIF, sebuah lembaga penjaminan kredit yang didirikan oleh pemerintah negara anggota ASEAN plus Tiongkok, Jepang, dan Korea (Asean+3), serta Bank Pembangunan Asia (ADB).

The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd (HSBC) bertindak sebagai lead manager, sedangkan Societe Generale Corporate and Investment Bank sebagai deal structurer dalam transaksi obligasi Astra Sedaya. Pada saat yang sama, perusahaan pembiayaan milik Grup Astra lainnya, FIF Group, sedang mencari sekitar Rp 10 triliun untuk menjalankan kegiatan bisnisnya. Sesuai rencana, dana juga akan berasal dari obligasi dan pinjaman.“Porsi antara obligasi dan pinjaman masih dipelajari. Yang pasti, kami akan segera menerbitkan program obligasi sebentar lagi,” kata Head of Treasury and Funding FIF Group Jerry Fandy.

Dia mengungkapkan, FIF Group berencana meluncurkan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) II Obligasi senilai total Rp 10 triliun pada kuartal I – 2015. Untuk tahap pertama, FIF Group akan melelang surat utang senilai Rp 2 – 3 triliun. “Kami baru mau mulai persiapannya. Saat ini, perusahaan sedang menyelesaikan laporan keuangan 2014 yang telah diaudit,” imbuh Jerry.

Pada Desember 2014, FIF Group berhasil meraih pinjaman sindikasi senilai US$ 225 juta atau setara Rp 2,8 triliun. Sindikasi pinjaman dipimpin oleh HSBC dan Mizuho, disertai jaminan dari Japan Bank for International Co-operation (JBIC). (id/bani)

Related posts