Astra Bangun Jalan Tol Dengan Investasi Rp 3, 4 Triliun

NERACA

Bandung - Anak perusahaan PT Astra International, yaitu PT Astratel Nusantara (Astratel), telah menyiapkan rencana untuk membangun untuk insfrastruktur jalan tol. Nilai investasinya mencapai Rp 3,4 triliun.

Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Prijono Sugiarto mengatakan, investasi Astratel senilai Rp 3,4 triliun digunakan untuk penyertaan modal tiga ruas tol di Indonesia.

Antara lain jalan tol ruas Tangerang - Merak sepanjang 72,5 km melalui PT Marga Mandalasakti (MMS), Kertosono-Mojokerto sepanjang 40,5 km, dan akan membangun dan mengoperasikan jalan tol ruas Kunciran - Serpong sepanjang 11,2 km melalui PT Marga Trans Nusantara (MTN) bekerjasama dengan PT Jasa Marga Tbk.

“Total investasi yang kami tanam membiayai ruas tol panjang 124,15 km. Di mana 72,5 km telah beroperasi di bawah MMS,” jelas Prijono Sugiarto melalui siaran persnya yang diterima Neraca di Bandung. Satu ruas tol yaitu Kertosono - Mojokerto sepanjang 40,5 km baru-baru ini di akuisisi oleh Astratel dengan kepemilikan saham mencapai 95%.

Akusisi dilakukan pada 25 Agustus 2011 lalu, dengan penandatangan dokumen pengalihan saham atas 95% saham-saham PT Marga Hanurata Intrinstic (MHI) dari PT Natpac Graha Arthamas (Natpac), sehingga komposisi pemegang saham MHI setelah akuisisi tersebut menjadi 95% Astratel dan 5% Natpac.

MHI lanjut Priyono, adalah perusahaan yang telah menandatangani Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan MHI akan melaksanakan pengusahaan jalan tol ruas Kertosono-Mojokerto sepanjang 40,5 km, yang meliputi kegiatan pendanaan, perencanaan teknik, melaksanakan konstruksi, pengoperasian dan pemeliharaan jalan tol tersebut.

“Untuk akuisisi tersebut, Astratel membayar sekitar Rp 750 miliar kepada Natpac. Dana tersebut berasal dari internal funding induk perusahaan, Astra,” lanjut dia. Menurut dia, akuisisi tersebut dinilai strategis, karena kelanjutan dari langkah Grup Astra dalam bidang Infrastruktur, khususnya pengembangan jalan tol di Indonesia.

Menurut dia, komitmen tersebut adalah langkah Astratel mendukung pembangunan ekonomi nasional, yakni dengan pengembangan infrastruktur yang sangat dibutuhkan bagi pembangunan Indonesia.

Sementara pembangunan tol Kertosono-Mojokerto sepanjang 40,5 km, diperkirakan menelan biaya Rp 3,5 triliun. Yaitu biaya pembebasan tanah dan konstruksi. Proyek MHI sendiri, sekarang ini telah masuk dalam tahap proses pembebasan tanah dan melakukan pekerjaan konstruksi.

Related posts