Penjualan Agung Podoromo Capai Rp 6 Triliun

NERACA

Jakarta – Sepanjang tahun 201, pengembang properti nasional PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) membukukan pendapatan penjualan atau marketing sales sebesar Rp6,022 triliun,”Kami telah meraih marketing sales sebesar Rp6 triliun sepanjang tahun ini, dari beberapa proyek yang sudah dimiliki oleh perseroan," kata Direktur Keuangan APLN, Cesar De La Cruz di Jakarta, Kamis (15/1).

Cesar menyebutkan, penyumbang utama marketing sales APLN didapatkan dari Pakubowono Springs sebanyak 23,3%, sebesar 18,1% dari Orchard Park Batam, sebanyak 17% datang dari Harco Glodok, dan sebesar 13,6% datang dari Podomoro City Extension.

Kemudian, sebesar 4,8% datang dari Grand Trauma, sebesar 4,2% datang dari Podomoro City Deli Medan, Sebesar 3,8% datang dari Vimala Hills, sebesar 3,2% datang dari Metro Park Residences, sebesar 3,1% datang dari Borneo Bay Reseidences, sebesar 2,2% datang dari Ballroom Baywalk Malk, serta sebesar 1,8% datang dari Soho Pancoran.

Menurut Cesar, raihan marketing sales banyak datang dari apartemen dan residensial. Tapi, yang paling banyak dikontribusi oleh penjualan apartemen. Selain itu, tahun ini perseroan menganggarkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp6,5 triliun-Rp7,5 triliun.

Kata Cesar, capex tahun ini lebih besar sampai Rp6,5 triliun-Rp7,5 triliun, dibanding capex tahun kemarin tahun 2014 sebesar Rp4 triliun-Rp4,5 triliun. Maka untuk memenuhi kebutuhan dana capex tahun ini, perseroan mengambil dana capex dari kas internal perseroan. Sebab dana kas internal perseroan hingga akhir tahun masih tersisa sebesar Rp3 triliun.

Perseroan juga menyiapkan dana pinjaman perbankan dalam memenuhi dana capex. Dia menegaskan, pinjaman perbankan bila diperlukan oleh perseroan dalam memenuhi dana capex tahun ini."Dana capex kita di atas 50 persen dari dana hasil operasional perseroan. Sisanya bisa dari pinjaman bank dalam memenuhi dana capex tahun ini," ungkap dia.

Lanjut Cesar, dana capex akan banyak digunakan dalam membangun proyek yang sudah berjalan dari 2014. "Soho Pancoran, Apartemen Kedoya, Soho Central Park, di Balikpapan ada Borneo, trade center dan mal," tegasnya.

Dana capex tahun ini, lanjut dia, tidak termasuk dana investasi untuk pembangunan proyek reklamasi Pluit City. "Kalau sudah selesai perizinannya baru kita bisa menganggarkan dana capex," tutup Cesar. (bani)

BERITA TERKAIT

Investasi Kota Tangerang Capai Rp2,7 Triliun

Investasi Kota Tangerang Capai Rp2,7 Triliun  NERACA Tangerang - Nilai investasi di Kota Tangerang, Banten, mencapai Rp2,7 triliun hingga Mei…

Sido Muncul Menaruh Asa Penjualan Tumbuh 10% - Perluas Pasar dan Produk Baru

NERACA Surabaya – Masih terjaganya daya beli masyarakat menjadi keyakinan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) bila…

Kemensos Pede Kenaikan PKH Rp32 Triliun Disetujui DPR

    NERACA Jakarta – Kementerian Sosial optimistis kenaikan anggaran Program Keluarga Harapan (PKH) hingga dua kali lipat mencapai Rp32…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

WTON dan WEGE Raih Kontrak Rp 20,22 Triliun

NERACA Jakarta – Di paruh pertama 2018, dua anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mencatatkan total kontrak yang akan…

Gelar Private Placement - CSAP Bidik Dana Segar Rp 324,24 Miliar

NERACA Jakarta – Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnis, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) berencana melakukan penambahan modal tanpa…

Luncurkan Dua Produk Dinfra - Ayers Asia AM Bidik Dana Kelola Rp 500 Miliar

NERACA Jakarta –  Targetkan dana kelolaan atau asset under management (AUM) hingga akhir tahun sebesar Rp 350 miliar hingga Rp…