Akhir Pekan, Laju IHSG Rawan Terkoreksi

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup naik 29,044 poin (0,56%) ke level 5.188,712. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 6,749 poin (0,76%) ke level 893,685.

Kata analis HD Capital Yuganur Wijanarko, pelaku pasar saham kembali melakukan aksi beli secara selektif terhadap saham-saham yang masih memiliki potensi penguatan pasca tekanan pada perdagangan sebelumnya,”Kami melihat bahwa aksi 'bargain hunting' oleh pelaku pasar pasca koreksi mengembalikan IHSG ke area penguatan," katanya di Jakarta, Kamis (15/1).

Dia menambahkan bahwa kondisi bursa saham di kawasan regional yang juga berada dalam area positif menambah dorongan psikologis pelaku pasar saham di dalam negeri untuk melakukan transaksi beli,”Secara teknikal, IHSG mencoba untuk menuju level batas atas ke 5.251 poin," paparnya.

Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah menambahkan bahwa optimisme investor terhadap prospek investasi di Indonesia terlihat masih tinggi. Hal ini tercermin dari hasil lelang Surat Utang Negara (SUN) oleh pemerintah Indonesia yang mengalami kelebihan permintaan,”Meski Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan untuk negara-negara Euro, Rusia, Jepang Tiongkok, sentimen positif internal masih cukup membantu,”ujarnya.

Berikutnya, indeks BEI Jum’at akhir pekan diproyeksikan akan bergerak konsolidasi seiring dengan tren aksi ambil untung. Pada perdagangan kemarin, dana asing belum berhenti mengalir keluar lantai bursa sejak awal tahun ini. Transaksi investor asing pada sore terpantau melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 620,14 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 229.336 kali dengan volume 7,082 miliar lembar saham senilai Rp 6,111 triliun. Sebanyak 180 saham naik, 99 turun, dan 93 saham stagnan. Bursa regional bisa menepis sentimen negatif dari pasar global, mulai dari melemahnya Wall Street hingga harga minyak dunia yang tiarap. Bursa regional kompak menguat di akhir perdagangan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Blue Bird (BIRD) naik Rp 475 ke Rp 11.575, Indocement (INTP) naik Rp 475 ke Rp 24.850, Matahari (LPPF) naik Rp 450 ke Rp 14.650, dan Impack (IMPC) naik Rp 275 ke Rp 5.775. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Trikomsel (TRIO) turun Rp 330 ke Rp 1.065, Multi Bintang (MLBI) turun Rp 175 ke Rp 11.700, Siloam (SILO) turun Rp 125 ke Rp 13.100, dan Logindo (LEAD) turun Rp 105 ke Rp 2.220.

Perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup menguat menguat 20,648 poin (0,40%) ke level 5.180,316. Sementara Indeks LQ45 tumbuh 5,116 poin (0,58%) ke level 892,052. Sembilan indeks sektoral berhasil menguat, hanya sektor perdagangan yang masih merah. Investor juga masih menanti pengumuman BI Rate oleh Bank Indonesia (BI).

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 116.229 kali dengan volume 3,1 miliar lembar saham senilai Rp 2,561 triliun. Sebanyak 155 saham naik, 94 turun, dan 78 saham stagnan. Bursa-bursa regional akhirnya kompak menguat setelah diawal bergerak mix. Sentimen negatif dari Wall Street bisa ditepis dengan baik.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Astra Agro (AALI) naik Rp 550 ke Rp 25.450, Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 325 ke Rp 12.350, Impack (IMPC) naik Rp 275 ke Rp 5.775, dan Indocement (INTP) naik Rp 275 ke Rp 24.650. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain ABM Investama (ABMM) naik Rp 175 ke Rp 2.525, Multi Bintang (MLBI) naik Rp 175 ke Rp 11.700, Asahimas (AMFG) naik Rp 100 ke Rp 8.000, dan Panin Sekuritas (PANS) naik Rp 100 ke Rp 4.900.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka menguat sebesar 20,76 poin atau 0,40% ke posisi 5.180,43 dan indeks 45 saham unggulan (LQ45) naik sebesar 5,25 poin atau 0,59% ke posisi 892,19,”IHSG BEI bergerak menguat mengkompensasi pelemahan yang signifikan pada perdagangan hari sebelumnya,”kata analis Samuel Sekuritas, Tiesha Narandha Putri.

Dia menambahkan bahwa kondisi bursa saham di kawasan Asia juga cenderung berada dalam area positif. Bursa Asia tampaknya telah memfaktorkan ekspektasi Bank Dunia yang memperkirakan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) dunia sebesar 3%.

Menurut Bank Dunia, negara-negara berkembang akan melihat peningkatan dalam pertumbuhan tahun ini didorong sebagian oleh penurunan harga minyak, ekonomi AS yang lebih kuat, berlanjutnya suku bunga global yang rendah dan perbaikan di beberapa negara "emerging-market" besar.

Sementara itu, Tim Analis Teknikal Mandiri dalam kajiannya mengemukakan bahwa dari dalam negeri, pelaku pasar sedang menanti rapat dewan gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang akan membahas perihal tingkat suku bunga acuan (BI Rate) dan merilis data neraca pembayaran Indonesia.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 4,25 poin (0,02%) ke 24.116,85, indeks Bursa Nikkei naik 184,41 poin (1,10%) ke 17.980,68, dan Straits Times menguat 5,86 poin (0,17%) ke posisi 3.331,70. (bani)

Related posts