Investor Lokal Waspadi Sentiment Investor Asing

Investor Dalam Negeri Waspadi Sentiment Investor Dari Luar NERACA Prospek dunia investasi di dalam negeri dinilai jauh lebih baik pada tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, investor harus memiliki strategi investasi khusus dalam mengantisipasi sentimen luar negeri. Hal tersebut diutarakan oleh Direktur Utama Mandiri Investasi, Muhammad Hanif, ketika ditemui dalam diskusi bertajuk Tantangan dan Peluang Investasi 2015, di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Rabu (14/1/2015). "Prospek investasi dalam negeri masih cukup signifikan. Meski cukup baik, investor harus melihat sentimen dari dalam dan luar, baik nilai tukar rupiah, sentimen dari Amerika Serikat (AS) dan BI yang akan menaikkan suku bunga acuan (BI Rate)," ujar dia. Sebelumnya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Franky Sibarani, menargetkan investasi yang masuk ke Indonesia pada 2015 mencapai Rp500 triliun. "Sekarang Rp500 triliun," ujar Franky.k Nilai tersebut, kata Franky, naik Rp50 triliun dari target investasi pada 2014 silam. "(Tahun lalu) sekitar Rp450 triliun sekian," jelas dia. Staf Sekretariat Kabinet, Eddy Cahyono Sugiarto, menganalisa 2015 tampaknya menjadi tantangan tersendiri bagi pembangunan ekonomi Indonesia dalam mengatasi tingkat ketimpangan, utamanya dengan melakukan percepatan "pembagian" kesejahteraan dalam bentuk yang lebih merata dan inklusif.

NERACA

Prospek dunia investasi di dalam negeri dinilai jauh lebih baik pada tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, investor harus memiliki strategi investasi khusus dalam mengantisipasi sentimen luar negeri.

Hal tersebut diutarakan oleh Direktur Utama Mandiri Investasi, Muhammad Hanif, ketika ditemui dalam diskusi bertajuk Tantangan dan Peluang Investasi 2015, di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Rabu (14/1/2015).

"Prospek investasi dalam negeri masih cukup signifikan. Meski cukup baik, investor harus melihat sentimen dari dalam dan luar, baik nilai tukar rupiah, sentimen dari Amerika Serikat (AS) dan BI yang akan menaikkan suku bunga acuan (BI Rate)," ujar dia.

Sebelumnya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Franky Sibarani, menargetkan investasi yang masuk ke Indonesia pada 2015 mencapai Rp500 triliun. "Sekarang Rp500 triliun," ujar Franky.k

Nilai tersebut, kata Franky, naik Rp50 triliun dari target investasi pada 2014 silam. "(Tahun lalu) sekitar Rp450 triliun sekian," jelas dia.

Staf Sekretariat Kabinet, Eddy Cahyono Sugiarto, menganalisa 2015 tampaknya menjadi tantangan tersendiri bagi pembangunan ekonomi Indonesia dalam mengatasi tingkat ketimpangan, utamanya dengan melakukan percepatan "pembagian" kesejahteraan dalam bentuk yang lebih merata dan inklusif.

BERITA TERKAIT

Bank Asing Berpeluang Biayai Inalum

      NERACA   Jakarta - PT. Bank Negara Indonesia Persero Tbk (BNI) mengatakan perbankan asing akan lebih berpeluang…

Skema KPBU Banyak Diminati Investor

      NERACA   Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebut minat investor cukup tinggi untuk proyek dengan…

Modal Asing Keluar, Utang Indonesia Melambat

    NERACA   Jakarta - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tumbuh melambat pada akhir Mei 2018 seiring arus dana…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…