Saham Jaya Ancol Dalam Pengawasan BEI

NERACA

Jakarta – Lantaran mengalami penurunan harga saham di luar kewajaran, perdagangan saham PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Bursa Efek Indonesia (BEI), Irvan Susandy mengatakan, pengawasan saham Pembangunan Jaya Ancol dikarenakan adanya peningkatan harga dan aktivitas saham PJAA yang di luar kebiasaan dibandingkan periode sebelumnya atau unusual market activity (UMA).

Menurut Irvan, otoritas bursa telah meminta konfirmasi kepada PJAA pada 8 Januari 2015. Atas dasar konfirmasi dari perusahaan tercatat, otoritas bursa mengumumkan jawaban konfirmasi tersebut melalui IDX Net pada 9 Januari 2015. Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham PJAA, Irvan menegaskan, BEI saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham PJAA.

Oleh karena itu, dia mengungkapkan, agar investor memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas pemerintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana aksi korporasi perusahaan tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Pengumuman UMA, ditambahkannya, tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dibidang pasar modal. Asal tahu saja, tahun ini PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk berniat menggelar rights issue. Nantinya, dana hasil penerbitan saham baru ini akan digunakan sebagai belanja modal tahun 2015. Perseroan berniat mengerjakan beberapa proyek senilai Rp5,5 triliun hingga 2020.

Kebutuhan dana untuk membiayai proyek tahap awal senilai Rp1,2 triliun. Dana ini akan dianggarkan dalam belanja modal tahun 2015. PJAA berniat mereklamasi pantai seluas 32 ha yang akan dimanfaatkan sebagai kawasan pusat rekreasi dunia fantasi ocean seni lai Rp2,6 triliun. Di sektor properti, perseroan akan membangun apartemen, perkantoran, kondominium dan villa senilai Rp2,9 triliun.

Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Gatot Setyowaluyo pernah bilang, perusahaan memiliki rencana strategis pengembangan bisnis rekreasi untuk pada 2014-2020 yang berfokus pada pengembangan Indoor Dunia Fantasi pada lokasi ex. Rama-Shinta. Proyek yang sudah terealisasi yaitu wahana Flume Ride 3D Immersion Tunnel Ice Age dan akan dilengkapi dengan Hello Kitty, dan Kiddies Rides. Selain Indoor Dunia Fantasi, perusahaan juga tengah membangun New Hotel Putri Duyung Ancol, hotel bintang 4 berlokasi di tepi laut yang akan dikelola oleh Marriot, dan direncanakan selesai pada 2016.

Adapun proyek rekreasi lain yang akan dikerjakan perusahaan adalah Dufan Ocean theme park yang terinspirasi dari Disney Sea Tokyo Jepang dan dilengkapi dengan thematic apartement comple dan condotel and hotel complex. Selain segmen rekreasi, perusahaan juga akan menggenjot peningkatan pendapatan di bidang usaha properti. Untuk periode 2014-2020, perusahaan akan mengembangkan sejumlah proyek yaitu Apartemen Northland, Jaya Ancol Searfont, Ocean Breeze, dan Coasta Villa. (bani)

Related posts