Asuransi Sinarmas Akuisisi Saham Bakrieland

NERACA

Jakarta – Dominasi Grup Bakrie pada bsinsi properti PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) mulai berkurang seiring beban utang berjibun memaksa menjual sebagian porsi saham untuk melunasi utang. Oleh karena itu, perseroan menyampaikan perubahan komposisi pemegang saham.

Dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (14/1), disebutkan, ada tiga investor baru yang kepemilkannya sahamnya lebih dari 5%. Sekretaris Perusahaan Bakrieland, Erry Zulamri Djaelani mengatakan, mengacu kepada kewajiban penyampaian informasi, disampaikan laporan bulanan registrasi pemegang efek Bakrieland. Tercatat dua investor berasal dari luar negeri, sementara satu dari dalam negeri.

Investor dalam negeri tersebut adalah PT Asuransi Jiwa Sinarmas. Dalam laporan Bakrieland, jumlah saham yang dikuasai Asuransi Sinarmas adalah sebanyak 2,177 miliar lembar. Sementara dua investor asing adalah CGMI FIN Client Safekeep Acc yang menguasai 4,529 miliar (10,41%) saham dan Interventures Capital Pte Ltd sebanyak 3,908 miliar (8,97%) saham.

Laporan tersebut merupakan komposisi pemegang saham per 31 Desember 2014. Pada laporan tanggal 10 Desember, nama Sinarmas belum muncul di komposisi pemegang saham perusahaan Grup Bakrie itu. Harga saham Bakrieland sampai saat ini masih berada di titik terendahnya, yaitu Rp 50 per lembar. Banyak investor yang rugi besar gara-gara pegang saham perusahaan properti Bakrie.

Sebagai informasi, tahun 2014 PT Bakrieland Development Tbk menargetkan pendapatan sebesar Rp3 triliun. Target tersebut sangat agresif lantaran keyakinan bisa didapat dari membangun beberapa proyek,”Di Surabaya yaitu akuisisi lahan sebesar 500 hektar (ha). Itu ada dua lokasi. Lalu pengembangan beberapa proyek yang ada di Jakarta, Bogor dan Sentul. Untuk Jakarta yaitu di Bintaro kita bangun dua tower apartemen di Bintaro untuk kalangan menengah,”kata Director and Chief Development Officer of Bakrieland's City Properti, Agus J Alwie.

Selain itu, lanjut Agus, di Lampung yaitu akuisisi jadi kawasan terpadu. Lahannya seluas 100 hektar (ha). Sementara itu, Agus mengakui proyek Bakrieland sekarang lebih banyak menyasar kekelas menengah. Mengenai lahan Bakrieland di Epicentrum akan di bangun tower yang dinamakan Tower lima. "Dari 53 hektar lahan yang dimiliki Bakrieland di Epicentrum saat ini yang tersisa lahan di epicentrum 11ribu meter persegi,”paparnya.

Agus J Alwi pernah bilang, eksistensi perusahaan yang bisa luput dari kebangrutan dan bertahan di tengah perlambatan pertumbuhan sektor properti dikarenakan perseroan langsung melakukan konsolidasi, ‘’Pasca-obral aset lahan di Rasuna Epicentrum dan Sentul senilai Rp 3,1 triliun, pihaknya langsung melakukan langkah konsolidasi, dan mengerem investasi jorjoran seperti yang pernah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya,”ungkapnya. (bani)

Related posts