Pemkot Bandung Diminta DPD PKS Kota Bandung Maksimalkan Kinerja

NERACA

Bandung - DPD PKS Kota Bandung, meminta Pemkot Bandung memaksimalkan kinerja. Hal tersebut,diungkapkan Kabid Kebijakan Publik DPD PKS Kota Bandung, Budi Haryana dalam konpres yang berlangsung di GOR Jalan Jakarta Kota Bandung, Minggu (11/9).

Lebih lanjut Budi Haryana memaparkan, dalam memaksimalkan kinerja pemerintahan , DPD PKS Kota Bandung meminta Pemkot Bandung memaksimalkan 7 program prioritas Kota Bandung. Sebab, pasangan kepala daerah Dada Rosada-Ayi Vivananda tinggal dua tahun lagi.

Berkaitan dengan 7 program prioritas, banyak hal yang belum tercapai, padahal sisa waktu pemerintahan keduanya tinggal sebentar lagi. Untuk kepentingan hal tersebut, 7 program prioritas yang jadi program unggulan harus ditajamkan.

Selain mendesak 7 program prioritas pembangunan di Kota Bandung dimaksimalkan, PKS juga meminta hal lain yang dituangkan dalam 8 seruan syawal, di antaranya, pasca Ramadhan, PKS mengajak seluruh komponen masyarakat untuk mempertahankan kualitas ibadah, bahkan meningkatkannya.

Bulan Ramadhan lalu yang penuh dengan nilai-nilai kebersamaan dan kerjasama, lanjut dia, harus jadi ruh bagi seluruh warga dalam menyelesaikan permasalahan kota yang makin kompleks.

"Silaturahmi yang di jiwai nilai luhur agama dan jadi tradisi positif, mudah-mudahan tetap dipertahankan dan jadi perekat dalam kehidupan kita sehingga Kota Bandung senantiasa terjaga keamanannya,” ungkap dia.

PKS, di sisi lain meminta Pemkot Bandung tetap menjalankan agenda reformasi birokrasi. "Dalam suasana yang penuh nilai positif, PKS meminta Pemkot Bandung tetap menjalankan agenda reformasi birokrasi dengan meningkatkan kualitas aparatur melalui berbagai pembinaan baik mental maupun spiritual.

Sementara itu, Gubernur Jabar, H. Ahmad Heryawan yang juga hadir dalam acara itu dalam tausiah menegaskan, ibadah bulan Ramadhan harus menjadi alat untuk memacu memajukan masyarakat.

Dalam rangka memajukan masyarakat, lanjut Heryawan, Pemprov Jabar concern pada program pendidikan agar masyarakat menjadi lebih terdidik. Sehubungan dengan program tersebut, dalam rangka meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan, Pemprov. Jabar dalam tahun ini telah merencakanan pembangunan 6.000 RKB. Di Tahun ini, pembangunan RKB dialokasikan untuk sekolah swasta dan selanjutnya untuk tahun mendatang dialokasikan untuk sekolah negeri.

BERITA TERKAIT

Pemkot Palembang Tekan Angka Kemiskinan Menjadi Satu Digit

Pemkot Palembang Tekan Angka Kemiskinan Menjadi Satu Digit NERACA Palembang - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Sumatera Selatan, terus berupaya menekan…

Pemkot Depok Akan Renovasi 10 Puskesmas

Pemkot Depok Akan Renovasi 10 Puskesmas NERACA Depok - Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) akan merenovasi 10 gedung pusat kesehatan…

KPK Diminta Pantau KLHK Selidiki Pertambangan Bauksit

KPK Diminta Pantau KLHK Selidiki Pertambangan Bauksit   NERACA Tanjungpinang - Lembaga swadaya masyarakat (LSM) Kelompok Diskusi Anti 86 minta Komisi…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Terlalu Vulgar, Film "After" Tidak Sesuai Budaya Indonesia

Jakarta-Baru dirilis 16 April 2019 di berbagai bioskop di Indonesia, film ‘After’ sudah mengundang kontroversi. Berbagai sorotan, terutama karena adanya…

Persepi Tantang Prabowo: Kita Buka Data ke Publik

Persepi Tantang Prabowo: Kita Buka Data ke Publik NERACA Jakarta - Sejumlah lembaga survei yang tergabung dalam Perhimpunan Survei dan…

BPS: Indeks Pembangunan Manusia di Sumsel Meningkat

BPS: Indeks Pembangunan Manusia di Sumsel Meningkat NERACA Palembang - Angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)…