SI Sulap Bekas Pabrik Jadi Kawasan Heritage

Memantapkan langkah untuk melestarikan lingkungan, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk membangun berbagai fasilitas umum yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk rekreasi dan belajar di bekas lahan tambang dan area pabrik Gresik yang sudah tidak dimanfaatkan lagi.

NERACA

Dewasa ini, perusahaan di seluruh dunia sedang berjuang untuk menjalankan peran penting secara berimbang antara usaha pencapaian keuntungan dan pemenuhan tanggung jawawab terhadap masyarakat dan lingkungan. Berbagai strategi diterapkan oleh perusahaan untuk merangkul kepentingan intern perusahaan, kebutuhan mayarakat, dan pelestarian lingkungan alam yang dikenal dengan istilah Corpotate Social Responsibility.

Seiring dengan kinerja bisnis yang terus meningkat, kontribusi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk kepada masyarakat dan lingkungan semakin besar. Kucuran dana untuk Program Kemitraan dan Bina Lingkungan terus bertambah secara berkelanjutan untuk menjalankan aktivitas-aktivitas sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Adapun Program Bina Lingkungan juga telah berhasil meningkatkan kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat melalui penyaluran dana hibah maupun bantuan untuk tujuh kegiatan utama, yaitu penanganan bencana alam, pendidikan dan pelatihan, peningkatan kesehatan, pengembangan prasarana dan sarana umum, sarana ibadah, pelestarian alam dan tanggung jawab sosial.

Salah satu contoh nyata komitmen keberlanjutan lingkungan adalah kontribusi perusahaanyang menjadikan bekas pabriknya di Jalan Veteran, Kabupaten Gresik, Jawa Timur sebagai museum industri yang bisa dimanfaatkan masyarakat dalam berekreasi dan belajar. Museum dan kawasan pendidikan yang dibangun di lokasi bekas pabrik seluas 3,2 hektare akan digunakan sebagai tempat pameran benda pabrik yang merupakan peninggalan sejarah, seni, ilmu pengetahuan dan sejumlah barang kuno.

Plt Dirut Semen Indonesia, Suparni menuturkan, pembangunan Heritage di kawasan Semen Indonesia ini merupakan inovasi PT SI dalam melestarikan industri persemenan. Karena Pabrik Semen Gresik yang bertempat di Jl Veteran Gresik ini merupakan pabrik semen pertama kali yang diresmikan oleh Presiden RI pertama Soekarno pada tanggal 7 Agustus 1957 dengan kapasitas terpasang 250.000 ton semen per tahun.

“Pembangunan akan memakan waktu selama 2 tahun dimulai tahun ini dan selesai tahun 2017. Semen Indonesia merupakan BUMN pertama yang membangun kawasan industri menjadi Wisata Industri Nasional yang terpadu. Museum ini akan difungsikan sebagai tempat rekreasi anak dan keluarga yang dilengkapi dengan berbagai mainan, hiburan, tempat istirahat dan resto. Selain itu, mereka bisa mengetahui bagaimana proses pembuatan semen," ” papar Suparni.

Selain itu juga akan dibangun Universitas International Semen Indonesia dengan luas 1.19 Ha merupakan satu wadah pembelajaran untuk mahasiswa dan mahasiswi seluruh Indonesia bertaraf international yang memiliki 3 Fakultas dan 10 program studi. Fakultasnya adalah pertama Fakultas Ekonomi bisnis dengan program studi Manajemen, Akuntasi dan Ekonomi Syariah.

Kedua adalah Fakultas Teknologi Indutri dan Agribisnis dengan Program studi, Teknik Kimia, Teknik Logistik, Manajemen rekayasa dan Teknologi Industri pertanian. Ketiga adalah Fakultas Teknologi Informasi dan Desain Kreatif dengan program studi Teknik Informatika, System Informasi dan Desain Komunikasi Visual.

Bukan hanya membangun musium dan kawasan pendidikan saja, PT Semen Indonesia juga akan membangun kebun raya yang berada di bekas lahan tambang semen, yakni di Telaga Ngipik, Kecamatan Kebomas dengan luas 49 hektare. Konsepnya adalah taman budaya dengan tanaman langka, buah langka, tanaman obat dan tanaman penghasil oksigen tinggi yang dilengkapi dengan tempat olah raga, tempat pembelajaran, rekreasi, tempat makan, tempat peristirahatan dan lahan penelitian yang mana pengunjung akan terlibat di dalamnya.

Suparni menjelaskan, pembangunan Kebun raya, Museum dan Education Park diharapkan menjadi kawasan terpadu dan terolah yang menjawab tuntutan generasi masa kini dan masa mendatang akan fasilitas edukasi yang rekreatif.

“Kedepan diharapkan wisata industri ini juga menjadi pilihan salah satu wisata menarik yang bisa diselaraskan dengan wisata religi seperti Sunan Giri dan Malik Ibrahim. Jadi para wisatawan selain berkunjung ke makam Sunan Giri dan Maulana malik Ibrahim juga bisa berkunjung ke wisata yang dimiliki oleh Semen Indonesia, kami sangat senang jika masyarakat antusias untuk mengunjungi Heritage di kawasan kami,” imbuh Suparni.

Related posts