Indonesia Kerjasama dengan China National Tourism Administration - Tingkatkan Kunjungan Pariwisata

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, melakukan pertemuan bilateral dengan China National Tourism Administration (CNTA) pada 11-13 Januari 2015. Pertemuan ini membahas tentang peningkatan wisata kedua negara, seperti yang ada pada MoU sebelumnya bahwa kedua negara sepakat untuk saling kerjasama meningkatkan kunjungan pariwisata hingga 2 juta kunjungan pada akhir 2015.

"Untuk keseluruhan tahun 2014, kami berharap kunjungan wisatawan China ke Indonesia mencapai 1 juta, karena itu kami optimis target 2 juta wisatawan pada akhir 2015 akan tercapai," jelas Arief Yahya.

Untuk mencapai target maka Kemenpar menerapkan terobosan promosi digital. Cara ini dinilai efektif oleh Arief Yahya karena 70 % wisatawan China menemukan informasi tentang Indonesia melalui internet. Promosi digital juga dianggap membutuhkan dana yang lebih sedikit namun efektivitasnya sangat besar.

Promosi dilakukan melalui 3 pendekatan yaitubranding, adverstisingdanselling. Kegiatannya terdiri dari penggunaan media online, aplikasi mobile, kampanye digital, kampanye interaktif, sosial media dan pemasaran viral (Facebook, Twitter, Youtube, blog, dll).

Masih mengacu kepada 3 pendekatan promosi di atas, Kemenpar tetap bepartisipasi dalam pameran pariwisata dan festival budaya di beberapa mal di kota besar di China seperti Shanghai, Guangzhou Shenzen, Ningbo, Hangzhou dan Nanjing. Pameran yang sudah dijadwalkan akan berlangsung antara lain Indonesia Culinary Week, Art and Music Festival, International Travel Expo (ITE) di Hong Kong dan China International Tourism Mart (CITM) di Guangdong.

Sementara itu, guna menyiasati kunjungan masyarakat China ke Indonesia untuk wisata MICE yang potensinya sangat besar, Kemenpar pun melakukan promosi dan pemasaran melalui pendekatan kepada Perhimpunan Indonesia-Tionghoa (INTI).

Kerjasama bilateral antara Pemerintah Indonesia dan China juga terlihat dalam gelaran wisata sejarah dengan kapal pesiar untuk memperingati ekspedisi jalur sutra Laksamana Cheng Ho dari China ke Indonesia. Pelayaran akan dimulai dari China pertengahan Januari 2015 menuju ke beberapa kota di Indonesia seperti Batam, Palembang, Bangka Belitung, Banten, Jakarta, Cirebon, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bali , Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Arief Yahya menekankan bahwa wisata sejarah memegang titik strategis bukan hanya untuk meningkatkan kerjasama bilateral namun juga memberikan dampak signifikan untuk meningkatkan wisatawan dari dan ke dua negara.

“Ekspedisi Cheng Ho memperkuat kerjasama antara Indonesia dan China mengingat hubungan sejarah kami yang begitu panjang,” tambah Arief Yahya.

China merupakan salah satu dari 19 negara yang menjadi pasar pariwisata Indonesia. Kunjungan wisatawan China ke Indonesia ada di peringkat 4 setelah Singapura, Malaysia dan Australia. Arief Yahya menjelaskan bahwa jumlah wisatawan China ke Indonesia dari Januari hingga November mencapai 883.725 orang. Ia berharap bahwa kunjungan tersebut akan meningkat hingga ke posisi pertama atau kedua mengalahkan Australia, Malaysia dan Singapura.

Mayoritas wisatawan China memilih Bali sebagai tujuan utama dan favorit mereka. Menurut acara televisi lokal negara Tirai Bambu tersebut, Bali merupakan salah satu tujuan favorit wisatawan China selain Australia, Cape Town, Edinburg, Hawaii, Madrid, Mesir, Air Terjun Niagara, Paris dan Swiss. Masa tinggal wisatawan China di Indonesia rata-rata 4-5 hari dengan total pengeluaran US$ 100-110 per hari, mayoritas dari mereka berwisata selama libur panjang seperti Tahun Baru China, Hari Buruh, Liburan Sekolah, dan Golden Week di bulan Oktober.

Related posts