Aset Negara yang Dikelola BUMN Rp4.200 Triliun

NERACA

Jakarta - Anggota Badan Pemeriksa Keuangan, Achsanul Kosasih, menyebutkan bahwa total aset negara yang dikelola Badan Usaha Milik Negara mencapai Rp4.200 triliun.

"Ini jauh lebih besar dari APBN dan APBD yang disetujui parlemen. Oleh karena itu, harus bertanggungjawab penuh terhadap pembangunan negeri," kata Achsanul di Jakarta, Selasa (13/1).

Jumlah tersebut, sambung dia, dua kali lipat dari APBN yang sebesar Rp2.000 triliun sedangkan APBD hanya Rp1.000 triliun.

Mantan Anggota Komisi XI DPR itu menambahkan, dari 138 BUMN, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menjadi pemegang aset terbesar, yaitu sekitar Rp800 miliar.

"Dengan banyaknya BUMN dan besarnya aset yang dimiliki, BPK akan terus mengawasi agar penggunaannya dilakukan dengan benar," katanya, mempertegas.

Akan tetapi khusus untuk BUMN di bidang jasa keuangan, kata Achsanul, pengawasan akan lebih difokuskan pada kinerja bank berplat merah tersebut.

Dia juga berpendapat saat ini pemeriksaan laporan keuangan bisa dilakukan oleh akuntan publik atau independen, sehingga terjadi pergeseran fokus pengawasan.

"Kita periksa bagaimana Kredit Usaha Rakyatnya (KUR), efektif atau tidak. Lalu investasinya, terkait pengadaan barang, benar atau tidak," katanya.

Terkait dengan besaran aset tersebut, BPK berharap sebesar apa pun ekspansi yang dilakukan BUMN harus dikaitkan dengan kepentingan masyarakat.

"Seminggu yang lalu, BPK sudah memanggil 472 direktur utama dan komisaris BUMN beserta anak perusahaannya. Kami tekankan bahwa mereka harus berperan dalam pembangunan masyarakat," tukas Achsanul. [ardi]

Related posts