Saham Bank Yudha Bhakti Dibuka Melesat - Bangun ATM, Investasikan Rp 4 Miliar

NERACA

Jakarta – Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Bank Yudha Bhakti dengan kode BBYB dibuka pada level Rp190 per lembar atau naik 75 poin dibanding harga penawaran. Adapun harga tertinggi berada di Rp195 dan terendah pada harga Rp180 per lembar.

Sementara frekuensi perdagangan saham perseroan tercatat sebanyak 135 kali, dengan volume transaksi 16,992 juta saham senilai Rp15,512 miliar,”Perseroan bertekad menjawab kepercayaan investor. Ini yang pertama, kesempatan ini perlu diapresiasi. Kita masuk pasar modal dengan kinerja yang cukup baik dari segi aset," ujar Komisaris Utama BBYB Suprihadi di Jakarta, Selasa (13/1).

Perseroan melepas sebanyak 300 juta lembar saham pada saat melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO), dengan harga penawaran Rp115 per lembar. Adapun total dana segar dari IPO mencapai Rp34,5 miliar. Dana hasil IPO sebanyak 72,14% akan digunakan untuk memperkuat permodalan dalam rangka pengembangan kredit, dan sisanya sebesar 27,86% untuk pengembangan TSI.

Menurut dia, modal kerja tersebut untuk menerapkan strategi antara lain relokasi kantor pusat, peluncuran produk baru berupa ATM, pembentukan cabang spesial pendanaan, penyaluran ke sektor produktif, dan kredit pensiun.

Sementara Direktur Utama PT Bank Yudha Bhakti Tbk, Michael Hoetabarat menuturkan, saat ini perseroan tengah menunggu izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meluncurkan anjungan tunai mandiri (ATM) yang di rencanakan bisa berjalan di Februari tahun ini.

Kata Michael, dana investasi pembangunan ATM tidak terlampau besar dan hanya Rp3 miliar-Rp4 miliar. Selain itu, perusahaan juga akan mengembangkan aplikasi core banking,” Kita termasuk bank yang agak terlambat meluncurkan ATM. Jadi, yang mahal bukan hanya fisik ATM tapi juga lisensi software-nya juga karena tidak bisa jalan, hardware-nya juga," ujarnya.

Selanjutnya jika sudah membangun jaringan ATM, nasabah akan bisa menggunakannya di kantor cabang yang ada,”Dengan bergabung ATM Bersama kita otomatis akan bisa menggunakan ATM yang jumlahnya ribuan. Kita akan menggunakan ATM itu pada tahap awal hanya di kantor-kantor cabang penuh yang kita miliki dan kantor cabang pembantunya tidak," jelasnya.

Kantor cabangnya perusahaan saat ini ada di Medan, Palembang, Pekanbaru, Bandung, Surabaya, dan Semarang. Nantinya, dengan adanya tambahan modal, diharapkan bisa ekspansi selain Sumatera dan Jawa.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen dalam peresmian pencatatan saham PT Bank Yudha Bhakti Tbk mengayakan, dengan menjadi perusahaan terbuka, diharapkan PT Bank Yudha Bhakti Tbk dapat meningkatkan kualitas penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau 'good corporate governance' setelah resmi menjadi perusahaan tercatat di pasar modal,”Kami hanya mengingatkan tentang GCG karena sejak saat ini Bank Yudha Bhakti Tbk akan selalu dipantau pasar," ujar Hoesen.

Menurut dia, dengan tata kelola perusahaan yang baik menandakan kondisi perusahaan yang sehat, dengan begitu saham perseroan akan diminati oleh investor untuk menempatkan dana investasinya. (bani)

Related posts