UNTR Perkokoh Dominasi Saham di Acset - Ambil Alih 250,5 Juta Saham

NERACA

Jakarta – Sukses mengakuisisi saham PT Acset Indonusa Tbk (ACST) senilai Rp 650 miliar, tidak membuat PT United Tractors Tbk (UNTR) puas dengan porsi tersebut. Bahkan rencananya, anak usaha PT Astra Internasionak Tbk ini bakal menjadi pemegang saham mayoritas di PT Acset Indonusa Tbk. Perseroan mengambilalih sekitar 250,5 juta saham ACST. Nilai transaksi pembelian saham itu sekitar Rp 814,12 miliar saham.

Dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (13/1), anak usaha PT United Tractors Tbk ini telah mengambil sekitar 200 juta saham atau sekitar 40% lewat anak usahanya PT Karya Supra Perkasa. Harga pembelian sahamnya Rp 3.250 per saham. Nilai transaksinya mencapai Rp 650 miliar, yang efektif pada 5 Januari 2015.

PT Karya Supra Perkasa membeli saham PT Acset Indonusa Tbk dari pemegang saham ACST yaitu PT Cross Plus Indonesia (CPI) dan PT Loka Cipta Kreasi (LCK). Pemegang saham PT Acset Indonusa Tbk per 6 Januari 2015 antara lain PT Karya Supra Perkasa sebesar 40%, PT Cross Plus Indonesia sebesar 16,45%, PT Loka Cipta Kreasi sebesar 11,75%, Hilarius Arwandhi sebesar 0,80%, dan publik sekitar 31%.

Tercatat sebelum transaksi sebanyak 38,45% saham Acset dikuasai Cross Plus. Setara 29,75% dikendalikan oleh Loka Cipta, selanjutnya 31% dimiliki investor publik, dan sisanya 0,8% dipegang Hilarius Arwandhi. Acset didirikan oleh Ronnie Tan Tiam Seng dan Hilarius Arwandhi pada Januari 1995.

Namun kemudian, UNTR mendominasi kepemilikan saham di PT Acset Indonusa Tbk dan perseroan pun akan menambah kepemilikan saham minimum 50,50 juta saham dari publik. Penambahan saham tersebut berdasarkan mandatory tender offer. Sekretaris Perusahaan PT United Tractors Tbk, Sara Lubis menuturkan, pihaknya telah menyampaikan memo ke OJK pada 8 Januari 2015 mengenai nilai mandatory tender offer (MTO) itu.

Nilai MTO itu berdasarkan harga rata-rata dari harga tertinggi perdagangan harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama 90 hari terakhir sebelum 15 Oktober 2014 di level harga Rp 3.177 per saham. Bila perseroan tidak mendapatkan saham itu dari publik maka pemegang saham PT Acset Indonusa Tbk yaitu CPI dan LK akan kembali menawarkan saham ACST. Adapun pengalihan saham ini akan efektif pada 15 April 2015. Dengan rencana penambahan saham itu, perseroan wajib melakukan tender offer.

Jadi transaksi pembelian sebesar 250,50 juta saham itu senilai Rp 814,12 miliar. Sumber dana pembelian saham PT Acset Indonusa Tbk itu berasal dari dana internal. "Jumlah itu 0,02% dari nilai total ekuitas United Tractors," kata Sara.

Tahun ini UNTR mengalokasikan dana belanja modal (capital expenditure/capex) tidak ada perubahan. Diaman perseroan hanya akan gelontorkan dana belanja modal sebesar US$300 juta. Dari total belanja modal tersebut, sekitar US$250 juta akan digunakan untuk pengembangan unit usaha kontraktor penambangan yang dioperasikan oleh PT Pamapersada Nusantara, khususnya untuk penggantian (replacement) unit alat berat yang sudah usang. Sementara lainnya sebesar US$50 juta akan dialokasikan untuk unit usaha distribusi alat berat dan pertambangan. (bani)

Related posts