Spindo Finalisasi Pinjaman Rp 1,2 Triliun

PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (Spindo) tengah memfinalisasi pinjaman senilai US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,2 triliun. Pinjaman tersebut akan dijamin oleh Korea Trade Insurance Corporation (Ksure) dan ANZ bank.

Wakil Presiden Direktur Spindo, Tedja Sukmana Hudianto mengatakan, perjanjian kredit tersebut diharapkan dapat disepakati paling lambat April 2015. Pinjaman itu akan dimanfaatkan untuk mendanai pembangunan pabrik baru di Gresik, Jawa Timur, dengan total nilai investasi Rp 1,5 triliun,”Sampai saat ini, komitmen pinjaman sudah mencapai US$ 92 juta. Masih perlu sekitar US$ 15 juta. Semoga pinjaman dapat dikucurkan pada April nanti,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Tedja menjelaskan, perseroan berharap bisa mengantongi fasilitas kredit dengan jangka waktu sampai 13 tahun dan bunga yang kompetitif. Namun, sampai saat ini, ANZ maupun Ksure belum menetapkan besaran bunga dan tenor tersebut.

Meski demikian, produsen pipa baja ini optimistis dapat memulai pembangunan pabrik baru pada kuartal I-2015. Sesuai rencana, pembangunan pabrik di Gresik ditargetkan selesai pada 2016. Melalui pabrik tersebut, perseroan berharap dapat melipat gandakan produksi pada 2016 untuk memenuhi permintaan baja dari industri minyak dan gas yang menjanjikan,”Kami akan mengonsolidasikan produksi ke dalam satu pabrik di Gresik. Saat ini, kami memiliki pabrik pada tiga lokasi di Jawa. Pemusatan pabrik dilakukan untuk menghemat beban biaya logistik,” jelas dia. (bani)

Related posts