BI Optimis Inflasi Sesuai Target - Surabaya, Jawa Timur

NERACA

Surabaya - Bank Indonesia optimistis inflasi Jawa Timur pada 2015 sesuai target atau berada di posisi empat plus minus satu persen BI karena sudah menyiapkan beberapa langkah untuk menekan inflasi.

Langkah tersebut antara lain pendekatan tematik di setiap kabupaten/kota, kata Deputi Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur, Soekowardojo di Surabaya, Jawa Timur, Senin (12/1).

"Upaya tersebut kami lakukan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jawa Timur," katanya.

Ia mencontohkan hal tersebut dilaksanakan dengan peningkatan kapasitas distribusi dan jalur konektivitas komoditas. Sementara sasaran inflasi empat plus minus satu persen itu bisa terealisasi selama tidak ada gejolak seperti bencana alam atau kenaikan harga pada administered price.

"Selain itu, rapat TPID yang dilaksanakan pada tanggal 7 Januari lalu di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur mengusulkan untuk melakukan penyesuaian terhadap jumlah komoditas yang menjadi sasaran operasi pasar," ujarnya.

Selama ini, jelas dia, hanya komoditas beras, gula pasir, tepung terigu dan minyak goreng yang dijadikan sasaran operasi pasar TPID Jatim. Namun dengan adanya penambahan sasaran operasi pasar maka volatilitas harga terutama bahan pokok makanan dapat ditekan dan dikendalikan.

"Inflasi di Jawa Timur menempati posisi terendah ketiga di kawasan Jawa setelah Yogyakarta dan Jawa Barat. Di samping itu, inflasi Jawa Timur sebesar 7,77 persen (yoy) masih lebih rendah dibandingkan dengan level inflasi nasional," katanya.

Penyebab inflasi Jatim, tambah dia, kenaikan kelompok administered price dan dampak lanjutannya. Kelompok administered price mengalami kenaikan inflasi sebesar 5,99 pesen di mana kenaikan terbesar terjadi pada inflasi bensin (12,66 persen) dan solar (17,79 persen).

"Pada triwulan IV 2014, kinerja ekonomi Jatim diperkirakan berada di kisaran 5,6 persen hingga enam persen (yoy)," katanya.

Angka tersebut, kata dia, masih berada dalam tren perlambatan dibandingkan dengan triwulan yang sama pada tahun sebelumnya di mana mencapai mampu 6,2 persen (yoy). Sementara, momentum libur akhir tahun, Natal dan Tahun baru diperkirakan menjadi salah satu penyumbang pertumbuhan di triwulan IV 2014.

"Secara umum, pada tahun 2014 perekonomian Jawa Timur diperkirakan berada di kisaran 5,8-6,2 persen," katanya.

Pada masa mendatang, lanjut dia, perekonomian Jatim masih menghadapi berbagai tantangan baik internal maupun eksternal. Tantangan internal dapat berupa kenaikan upah minimum kabupaten/kota. Kemudian, tantangan eksternal berupa masih melambatnya ekonomi Eropa dan mitra dagang utama (Tiongkok dan Jepang). Namun demikian, ekonomi Jawa Timur pada 2015 diharapkan lebih baik. [ant]

Related posts