Reksa Dana Saham Masih Lebih Baik - Memberikan Imbal Hasil Besar

NERACA

Jakarta - PT Infovesta Utama memprediksi, kinerja rata-rata reksa dana saham dari sisi imbal hasil (return) yang diberikan sepanjang tahun ini masih akan lebih baik dibanding reksa dana jenis lainnya. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin, analis riset PT Infovesta Utama, Vilia Wati mengatakan, kinerja rata-rata reksa dana saham pada tahun ini berpotensi tumbuh antara 11-14%. Sedangkan reksa dana campuran diperkirakan meningkat 9%-11%, dan reksa dana pendapatan tetap antara 7%-8%.

Namun, capaian tahun ini diperkirakan tidak akan sebaik tahun lalu. Pasalnya, terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi dari domestik maupun global,”Pada tahun ini, prospek kinerja reksa dana secara umum masih cukup baik, meski terdapat beberapa tantangan," kata Vilia Wati.

Dia menyebut, sejumlah tantangan yang akan dihadapi tersebut dan layak dicermati investor, di antaranya rilis data-data ekonomi domestik dan global, seperti data inflasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang masih cenderung melemah, dan rilis data laporan keuangan emiten.

Selain itu, lanjutnya, ada kebijakan pemerintah baru serta rencana kenakan suku bunga Bank Sentral AS (Federal Reserve). Sementara sepanjang tahun lalu, reksa dana saham memberikan return rata-rata tertinggi dibanding reksa dana lainnya dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Tercatat, return reksa dana saham mencapai 27,86%, reksa dana campuran 16,91%, reksa dana pendapatan tetap 7,85%, dan IHSG sebesar 22,29%.

Menurut Vilia, kinerja reksa dana pada tahun ini ditopang oleh perbaikan beberapa indikator ekonomi yang membaik di awal tahun, serta sentimen positif dari kondisi politik, relatif lancarnya pelaksanaan pemilu serta respon investor yang relatif positif atas kenaikan bahan bakar minyak (BBM).

Asal tahu saja, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, dana kelolaan reksa dana saham sepanjang tahun 2014 tercatat sebesar Rp97,5 triliun. Disebutkan, dana kelolaan reksa dana saham menjadi kontributor terbesar total dana kelolaan reksa dana sepanjang 12 bulan.

Jumlah tersebut sekitar 43,14% dari total dana kelolaan reksa dana hingga penghujung 2014 sebesar Rp288,35 triliun, dengan unit penyertaan sebanyak 141,76 miliar. Sementara kontributor kedua adalah reksa dana terproteksi, dengan dana kelolaan sebesar Rp41,85 triliun atau 18,52%.

Sementara reksa dana pendapatan tetap mencatat dana kelolan senilai Rp33,26 triliun atau 14,72%, reksa dana campuran mencapai Rp19,42 triliun atau 8,59%, dan reksa dana pasar uang Rp19,75 triliun atau 8,74% dari total dana kelolaan reksa dana.

Adapun reksa dana syariah saham membukukan dana kelolaan Rp6,28 triliun atau 2,78%, syariah terproteksi Rp1,46 triliun atau 0,65%, syariah campuran Rp1,66 triliun atau 0,73%, syariah indeks Rp147,8 miliar atau 0,07%, syariah pasar uang Rp733,17 miliar atau 0,32%, dan syariah pendapatan tetap Rp376,01 miliar atau 0,17%.

Sedangkan ETF pendapatan tetap mencatat dana kelolaan sebesar 2,01 triliun atau 0,89%, ETF indeks Rp622,7 miliar atau 0,28%, dan ETF saham senilai Rp482,79 miliar atau 0,21%. Asal tahu saja, dinilai memberikan imbal hasil atau return paling mengkilap ketimbang instrumen investasi lainnya, rupanya reksa dana saham masih menjanjikan di tahun 2015. (bani)

Related posts