PT Timah Serap Dana Rp 91,87 Miliar - Ekplorasi di Belitung dan Kundur

NERACA

Jakarta - PT Timah (Persero) Tbk (TINS) menjalankan eksplorasi di darat maupun laut di daerah Bangka Belitung (Babel) dan Kundur hingga Desember 2014. Selama melakukan eksplorasi, Perseroan telah menghabiskan dana operasional Rp91,87 miliar dan dana investasi Rp75,62 miliar.

Dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (12/1), Sekretaris Perusahaan TINS, Agung Nugroho mengatakan, eksplorasi di laut berada di perairan Bangka, Belitung Timur dan Kundur. Kegiatan eksplorasinya meliputi pemboran prospeksi dan pemboran rinci dengan mengguunakan tujuh unit kapal bor.

Disebutkan, eksplorasi di darat berada di Pulau Bangka (Tempilang, Tembok Gadung, A Pensa dan Pemali), Belitung (A Renggadaian) dan Pulau Bangka dan Belitung. Eksplorasi kegiatan meliputi penelitian dan pemboran timah primer serta pemboran timah alluvial berupa pemboran prospeksi dan evaluasi produksi penambangan.

Agung menjelaskan, hasil kegiatan eksplorasi sampai dengan Desember 2014 di laut mendapatkan penemuan sumber daya 4.963 ton untuk inferred, 3.275 ton indicated dan 9.970 ton measured. Sedangkan hasil eksplorasi di darat untuk timah primer mendapatkan penemuan sumber daya yaitu 21.231 ton untuk inferred-primer, 994 ton indicated-primer dan untuk sumber daya alluvial mendapatkan 869 ton.

Sementara itu, rencana kegiatan ekplorasi perseroan di Januari 2015 adalah melakukan interpretasi dan evaluasi hasil survey geologi dan pemboran. Kegiatan pemboran prospeksi dan pemboran rinci dilaut direncanakan menggunakan tujuh kapal bor yang dialokasikan di perairan Bangka, Belitung dan Kundur,”Untuk pemboran darat tetap difokuskan di daerah Bangka dan Belitung,”kata Agung.

Asal tahu saja, dalam risetnya, Mandiri Sekuritas menyebutkan PT Timah telah menunjukkan pertumbuhan besar dalam volume penjualan pada kuartal IV-2014 untuk memenuhi volume penjualan yang ditargetkan mencapai 25-26.000 ton pada tahun 2014 dibandingkan 16.000 ton di sembilan pertama 2014. Maka dengan asumsi memenuhi target terendahnya sebesar 25.000 ton, di perkirakan volume penjualan PT Timah di kuartal IV-2014 bisa mencapai 9.000 ton, hampir dua kali lipat dari rata-rata yang sebesar 5.000 ton per kuartal terakhir.

Namun mengingat penurunan tajam harga timah, Mandiri Sekuritas memperkirakan 10% harga rata-rata jual akan lebih rendah menjadi US$ 20.300 per ton di kuartal IV-2014 berbanding US$ 22.600 per ton di sembilan bulan pertama 2014. Adapun PT Timah menargetkan volume penjualan 20% lebih tinggi tahun ini hingga mencapai 30.000 ton.

Maka untuk memenuhi target volume penjualan, PT Timah (Persero) Tbk (TINS) menyiapkan dana investasi sebesar Rp 1,1 triliun untuk ekspansi pengembangan produksi. Agung Nugroho, Sekretaris Perusahaan TINS pernah bilang, kali ini perseroan tak akan hanya mengandalkan kas internal, tetapi juga mengkaji untuk mencari pinjaman jangka panjang. (bani)

Related posts