Bukit Uluwatu Sisakan IPO Rp 13,29 Miliar

Hingga akhir Desember 2014, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) masih menyisakan dana hasil penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) sebesar Rp13,29 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (12/1).

Presiden Direktur BUVA Hendry Utomo mengatakan, hingga akhir tahun lalu perseroan telah menyerap dana hasil IPO sebesar Rp199,04 miliar,”Dana IPO tersebut digunakan untuk pembangunan PT Bukit Lagol Villa sebesar Rp107,39 miliar dan modal kerja sebesar Rp91,65 miliar," katanya.

Sebagai informasi, pada 30 September 2010, emiten properti dan realty tersebut telah menerbitkan 857,14 juta lembar saham seharga Rp260 per lembar dengan memperoleh dana bersih sebesar Rp212,33 miliar. Adapun sisa dana IPO ditempatkan dalam bentuk deposito di Bank Artha Graha sebesar Rp12,7 miliar dan Rp592,02 juta ke rekening koran di Bank BII dan Bank Artha.

Perusahaan properti, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk juga memberikan fasilitas pinjaman secara bertahap kepada PT Dialog Mitra Sukses (DMS) sebesar Rp4,8 miliar, “Fasilitas pinjaman ini diharapkan dapat membantu pengembangan kegiatan perusahaan yang pada akhirnya memberikan dampak dan kontribusi positif bagi perseroan," kata Hendry Utomo.

Disebutkan, kedua perusahaan telah melakukan penandatangan perjanjian utang piutang yang mengatur pemberian fasilitas pinjaman pada 10 November 2014. Dirinya menjelaskan, transaksi ini merupakan transaksi peningkatan penyertaan perseroan dalam DMS. Transaksi ini juga diharapkan dapat menunjang kegiatan usaha utama perseroan berdasarkan anggaran dasar,”Ini merupakan peningkatan modal selanjutnya dari perseroan kepada DMS, di mana perseroan pada 8 Desember lalu juga telah menyuntik dana ke DMS," imbuhnya. (bani)

Related posts