Hutama Karya Serap Seluruh Dana Obligasi

Perusahaan konstruksi, PT Hutama Karya (Persero) hingga akhir Desember 2014 telah berhasil menyerap seluruh dana hasil penawaran umum (obligasi) I sebesar Rp750 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (12/1).

Corporate Secretary Hutama Karya, I Gusti Ngurah Putra mengatakan, penggunaan dana obligasi tersebut telah sesuai dengan rencana perseroan sebelumnya, yaitu untuk modal kerja dan pengembangan usaha,”Sesuai rencana penggunaan dana untuk modal kerja sebesar Rp450 miliar dan pengembangan usaha sebesar Rp300 miliar,”ujar Gusti.

Lebih lanjut dia memaparkan, serapan dana obligasi Hutama Karya sebagaian besar telah digunakan untuk investasi anak usaha Rp271,8 miliar. Selain itu, untuk pembayaran material dan subkont Rp445,94 miliar. Sedangkan sisanya untuk biaya penawaran umum Rp4,03 miliar, dan ditempatkan dalam bentuk deposito Rp28 miliar. di samping itu, juga dalam bentuk rekening giro di Bank BNI Rp212,4 juta.

Sebagai informasi, tahun lalu PT Hutama Karya (Persero) sempat menunda penerbitan obligasi senilai Rp 500 miliar lantaran belum memiliki peningkatan peringkat. Rencananya, obligasi tersebut akan di terbitkan tahun ini. Dampak penundaan obligasi berakibat terhadap pembatalan sementara pengerjaan beberapa proyek perseroan.

Dijelaskan, penundaan emisi obligasi dilakukan hingga peringkat obligasi perseroan mengalami peningkatan, sehingga kupon yang ditawarkan bisa lebih murah. Nantinya, dana hasil penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk membiayai pengembangan (ekspansi) bisnis di sektor energi, infrastruktur, konstruksi, dan dermaga. Hutama Karya juga membuka peluang mitra strategis untuk menggarap proyek tersebut.

Selain menerbitkan obligasi, PT Hutama Karya juga berencana melakukan pelepasan saham perdana atau initial public offering anak usahanya di bisnis properti yaitu PT HK Realtindo pada 2016 mendatang,”Tahun 2014 itu bisnis properti kami masih dalam tahap pengembangan, tahun 2015 merupakan tahap recovery dibandingkan 2014. Jadi, kami targetkan saat yang tepat untuk IPO, yaitu pada 2016,"kata Direktur Utama HK Realtindo, Putut Ariwibowo. (bani)

BERITA TERKAIT

LPDB Sederhanakan Persyaratan Pengajuan Pinjaman Dana Bergulir

  NERACA   Tangerang - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menyederhanakan kriteria dan…

CLEO Serap Seluruh Dana Hasil IPO

PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) telah menggunakan seluruh dana yang didapat dari hasil penawaran umum perdana saham alias initial public…

CSAP Bidik Dana Segar Rp 324,24 Miliar - Gelar Private Placement

NERACA Jakarta – Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnis, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) berencana melakukan penambahan modal tanpa…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Penjualan HEXA Capai 22,95% Dari Target

Di kuartal kedua 2018, PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) membukukan penjualan alat berat sebanyak 495 unit atau 22,95% dari target…

Penjualan Kabelindo Murni Turun 29,45%

NERACA Jakarta - PT Kabelindo Murni Tbk (KBLM) membukukan penjualan bersih konsolidasi sebesar Rp221,7 miliar sepanjang kuartal I/2018. Capaian tersebut…

BTPN Bukukan Laba Bersih Rp 1,09 Triliun

NERACA Jakarta – Semester pertama 2018, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) membukukan laba bersih Rp 1,09 triliun atau…