Pemerintah Harus Ciptakan Ekonomi Sehat - Perkuat Pertanian dan SDA

NERACA

Jakarta - Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Bidang Infrastruktur dan Properti, Bahlil Lahadalia, mendorong pemerintah menciptakan kompetisi ekonomi yang sehat agar terjadi keadilan ekonomi di seluruh lapisan masyarakat.

"Saat ini, pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita naik lumayan tinggi, namun kesejahteraan rakyat menengah ke bawah malah menurun," kata Bahlil di Jakarta, Sabtu (10/1), pekan lalu. Menurut dia, pemerintah dapat membuat kebijakan-kebijakan untuk mengatasi ketimpangan terserbut, misalnya dengan pendekatan aset dan penguatan kapabilitas manusia.

"Selain itu, pemerintah juga bisa mendorong penciptaan lapangan kerja permanen yang layak serta kebijakan fiskal atau pajak yang progresif," ujar Bahlil, yang juga merupakan Calon Ketua Umum BPP HIPMI periode 2015-2018 tersebut.

Dia mengatakan, pemerintah harus mempercepat pelatihan, pendidikan, dan penambahan keterampilan dan mempercepat pembangunan pada sektor pertanian dan industri. "Ini bisa dilakukan, misalnya dengan memindahkan pekerja informal ke sektor informal dan memperkuat sektor riil," katanya.

Menurut Bahlil, pemerintah juga harus memperhatikan kebijakan pada level hilir dengan menegakkan aturan pajak terhadap badan atau pribadi. "Bisa terealisasikan dengan membangun sistem jaminan sosial dan transfer pendapatan," ungkapnya.

Dia juga menambahkan, harus adanya perbaikan alokasi dalam hal pengeluaran atau belanja dan penerimaan. "Dalam hal pengeluaran, bisa diefisiensikan dengan mendeskripsikan seberapa baik pengorganisasian pemanfaatan sumber daya alam dalam memproduksi pelayanan," ujarnya.

Selain itu, bisa juga dengan menyocokkan pelayanan dengan kebutuhan masyarakat serta memberikan layangan yang efisien terhadap kelompok-kelompok yang menjadi prioritas dan keterjangkauan fisik. "Untuk penerimaan, saya menyarankan pemerintah mengoptimalkan pendapatan baik dari pajak maupun bukan pajak atau Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)," tukas dia.

Sementara itu, Bahlil juga mengatakan penguatan sektor pertanian dan sumber daya alam diperlukan untuk menciptakan sektor basis yang kokoh. "Penguatan-penguatan itu misalnya kebijakan reformasi agraria, subsidi input, perbaikan infrastuktur desa dan pertanian, kebijakan harga, pembatasan kepemilikan lahan dan dibentuknya bank tani,” paparnya.

Bahlil menjelaskan, sektor industri pada masa depan harus bertumpu kepada sektor basis seperti pertanian dan sumberdaya alam (SDA). "Subsektor pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan, perkebunan, dan SDA lainnya harus diolah menjadi barang manufaktur yang bernilai tambah," imbuhnya.

Menurut dia, untuk menciptakan sektor basis yang kokoh pada sektor pertanian dan SDA diperlukan juga sektor keuangan yang sehat dan berpihak. "Sektor perbankan menjadi pendonor terbesar sektor riil, mencapai sekitar 80% dari total kredit," katanya.

Dia mengatakan, permasalahan yang dihadapi saat ini, contohnya dalam hal perbankan yang tidak memiliki pemihakan kepada sektor pertanian dan industri, "Selain itu, dalam hal pasar modal dan asuransi yang peranannya masih kecil untuk membantu sektor usaha, termasuk dominasi asing yang sangat besar," tuturnya. Bahlil pun berharap, pemerintah harus memastikan sektor keuangan yang sehat dan afirmatif terhadap usaha kecil dan semua ini juga harus didukung oleh kebijakan moneter yang progresif. [ardi]

Related posts