Menanti BI Rate, IHSG Masih Konsolidasi

NERACA

Jakarta – Akhir pekan kemarin, pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terus bergerak rally menguat hingga penutupan perdagangan. Masih positifnya fundamental ekonomi dalam negeri dan ditambah laporan keuangan emiten 2014 yang diyakini positif menjadi keyakinan investor untuk memburu beli saham. Alhasil kondisi ini, menjadi pemicu menguatnya IHSG selama sepekan.

Menurut Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, kembali masuknya dana asing ke pasar saham domestik menjadi salah satu penopang IHSG BEI berada di area positif,”Kembali masuknya investor asing menandakan fundamental Indonesia masih cukup positif. Pada hari sebelumnya, investor asing cenderung melakukan jual," katanya di Jakarta, kemarin.

Kendati demikian, lanjut dia, peluang IHSG untuk bergerak lebih tinggi masih tertahan menyusul sebagian investor yang melakukan aksi ambil untung menjelang penutupan perdagangan saham di BEI. Dijelaskannya, pola transaksi investor yang cepat itu salah satunya dipicu dari penantian pelaku pasar terhadap kebijakan Bank Indonesia mengenai tingkat suku bunga acuan (BI rate) yang sedianya akan diumumkan pada pekan ini.

Berikutnya, indeks BEI Senin awal pekan diproyeksikan akan bergerak menguat. IHSG Jum’at kemarin ditutup naik tipis 4,837 poin (0,09%) ke level 5.216,665. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat tipis 0,827 poin (0,09%) ke level 898,828.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 239.828 kali dengan volume 8,557 miliar lembar saham senilai Rp 7,288 triliun. Sebanyak 143 saham naik, 128 turun, dan 118 saham stagnan. Volume dan perdagangan naik lumayan tinggi berkat aksi tutup sendiri (crossing) saham PT Samudera Indonesia (SMDR) senilai Rp 695 miliar di pasar negosiasi. Transaksi itu difasilitasi broker Woori Korindo Securities dari investor domestik ke asing.

Maka dari itu transaksi beli investor asing naik cukup tinggi di seluruh pasar. Investor aasing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign nett buy) senilai Rp 895 miliar di seluruh pasar. Sementara di pasar reguler hanya Rp 436,1 miliar saja.

Bursa-bursa di Asia tak lagi kompak menguat sore. Aksi ambil untung membuat pasar saham Tiongkok dan Singapura jatuh ke zona merah. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 875 ke Rp 15.350, Maskapai Reasuransi (MREI) naik Rp 780 ke Rp 3.905, Astra Agro (AALI) naik Rp 750 ke Rp 25.975, dan Mandom (TCID) naik Rp 675 ke Rp 18.200.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.300 ke Rp 60.000, Mayora (MYOR) turun Rp 625 ke Rp 21.975, Indocement (INTP) turun Rp 425 ke Rp 24.175, dan Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 350 ke Rp 11.650.

Perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup menguat 17,853 poin (0,34%) ke level 5.229,681. Sementara Indeks LQ45 naik 4,358 poin (0,49%) ke level 902,359. Indeks berhasil menghindari zona merah sejak pembukaan perdagangan. Indeks sempat naik cukup tinggi hingga ke titik tertingginya di level 5.238,386.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 135.086 kali dengan volume 5,219 miliar lembar saham senilai Rp 4,167 triliun. Sebanyak 149 saham naik, 92 turun, dan 108 saham stagnan. Bursa-bursa regional masih kompak bergerak di zona hijau hingga siang. Sentimen positif dari pasar global bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pelaku pasar.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Astra Agro (AALI) naik Rp 850 ke Rp 26.075, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 725 ke Rp 15.200, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 350 ke Rp 68.000, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 325 ke Rp 17.225. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 850 ke Rp 21.750, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 850 ke Rp 60.450, Unilever (UNVR) turun Rp 325 ke Rp 33.050, dan Duta Pertiwi (DUTI) turun Rp 250 ke Rp 4.800.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka menguat 15,06 poin atau 0,20% ke posisi 5.226,89 dan indeks 45 saham unggulan (LQ45) naik sebesar 3,81 poin atau 0,42% ke posisi 901,81,”Akumulasi sentimen positif baik dari dalam dan luar negeri memberikan peluang bagi IHSG untuk kembali melaju naik," kata Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah.

Dia mengemukakan Standard & Poor (S&P) menetapkan peringkat Indonesia di level BB+ (double B plus) untuk obligasi global jangka panjang berdenominasi dolar AS milik pemerintah dengan outlook stabil. Peringkat tersebut diberikan terkait rencana pemerintah Indonesia yang akan menerbitkan global bond jangka menengah senilai total US$ 30 miliar,”Peringkat Indonesia yang dilakukan oleh lembaga pemeringkat S&P terhadap peringkat obligasi global mencerminkan pandangan yang positif terhadap Indonesia," katanya.

Menurutnya, akhir pekan potensi penguatan bagi IHSG cukup terbuka lebar. Pasalnya selain sentimen positif dari dalam negeri, pasar juga mendapat sinyal positif dari pasar saham global. Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 221,89 poin (0,93%) ke 24.057,42, indeks Bursa Nikkei naik 84,36 poin (0,49%) ke 17.251,46, dan Straits Times menguat 10,44 poin (0,31%) ke posisi 3.355,55. (bani)

Related posts