Invetor Bursa di Padang Capai 3.595 Orang

NERACA

Padang- Pusat Infomasi Pasar Modal (PIPM) Padang, Sumatera Barat (Sumbar) berhasil mengaet 786 investor baru yang menanamkan uangnya di Pasar Modal dalam bentuk saham dan sejenisnya sepanjang tahun 2014,”Dengan pencapaian tersebut, maka total investor dari Sumbar yang telah berinvestasi melalui Bursa Efek Indonesia mencapai 3.595 orang," kata Kepala PIPM Padang, Reza Sadat Syahmeini di Padang, Kamis (8/1).

Dia mengatakan pihaknya akan terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar ikut berinvestasi melalui pasar modal sehingga keuntungan perusahaan-perusahan nasional tidak mengalir kepada asing,”Ajakan untuk menanamkan uang di Pasar Modal tidak hanya ditujukan kepada perorangan namun juga perusahaan yang ada di daerah ini," tambah dia.

Dia melihat saat ini sebagian masyarakat memiliki pola hidup konsumtif dimana ketika memiliki kelebihan uang cenderung berbelanja barang-barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Menurutnya, akan lebih baik kelebihan uang tersebut digunakan untuk membeli saham di pasar modal, dimana pada masa mendatang akan menghasilkan, ketimbang membeli barang-barang yang tidak terlalu diperlukan.

Kata Reza, saat ini untuk berinvestasi di Pasar Modal tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar karena sejak setahun lalu telah dikeluarkan kebijakan satu lot saham dikurangi dari 500 lembar menjadi 100 lembar. Artinya, jika masyarakat punya uang Rp150 ribu mereka sudah bisa membeli saham PT Waskita Karya dan jika punya uang Rp600 ribu sudah dapat membeli saham BNI.

Selain itu, PIPM Padang akan menyosialisasikan gerakan cinta Pasar Modal yang baru diluncurkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai upaya menumbuhkan kesadaran untuk berinvestasi.

Sementara, Agung salah seorang mahasiswa di Padang mengaku tertarik untuk berinvestasi di pasar modal setelah mendapatkan informasi dari PIPM Padang melalui brosur,”Selama ini saya mengira untuk membeli saham itu harus mengeluarkan dana yang besar ternyata tidak dan prosedurnya juga mudah," kata dia. (ant/bani)

Related posts