Kartel Ban, Saham Gajah Tunggal Anjlok

Terbukti telah melakukan kartel harga ban oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), dua produsen ban yang sahamnya di catatkan di pasar modal seperti PT Gajah Tunggal Tbk dan PT Goodyear Indonesia Tbk, langsung terkoreksi sebagai respon negatif oleh investor dengan ditandai aksi jual pada perdagangan Kamis (8/1).

Hingga pukul 11.30 waktu JATS, saham GJTL turun 10 poin (0,77%) ke level Rp 1.290 per lembar. Sebanyak 24.579 lot sahamnya diperdagangkan 488 kali dengan nilai Rp 3,2 miliar. Sementara saham GDYR melemah 50 poin (0,31%) ke level Rp 16.200 per lembar. Sahamnya hanya ditransaksikan satu kali dengan volume 9 lot senilai Rp 14,6 juta.

Sebelumnya, KPPU telah memutuskan ada enam perusahaan 'ban dalam negeri terbukti melakukan kartel harga. Dimana kartel harga ban tersebut merupakan pelanggaran Pasal 5 ayat 1 Undang-Undang (UU) Antimonopoli Nomor 5 Tahun 1999.

Akibat putusan KKPU tersebut, Gajah Tunggal dan Goodyear Indonesia harus membayar denda sebesar Rp 25 miliar. Perusahaan lain yang juga kena sanksi sama adalah PT Bridgestone Tire Indonesia, PT Sumi Rubber Indonesia, PT Elang Perdana Tyre Industry, dan PT Industri Karet Deli.

Disebutkan, enam produsen ban itu terbukti melakukan kartel selama periode 2009 – 2012. KPPU menemukan fakta dalam rapat presidium Asosiasi Pengusaha Ban Indonesia (APBI) dalam kurun waktu 2009 sampai dengan 2012 yang mengindikasikan adanya kesepakatan untuk menahan produksi dan mengatur pengaturan harga. (bani)

Related posts