BEI Kaji Kelayakan Relisting Mitra Energi

NERACA

Jakarta – Optimisme PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bila tahun ini target 32 emiten baru bakal tercapai. Pasalnya, selain sudah mengantungi 17 calon emiten yang bakal listing ditambah rencana PT Mitra Energi Persada sebagai perusahaan di bidang distribusi batu bara, minyak dan gas yang bakal melakukan pencatatan saham kembali atau relisting.

Kata Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, Hoesen mengakui, ada rencana PT Mitra Energi Persada listing kembali di pasar modal tahun ini, “Kalau layak untuk 'relisting diperkirakan kami lakukan pada Februari 2015,”ujarnya di Jakarta, Kamis (8/1).

Hoesen menuturkan bahwa Mitra Energi Persada telah melakukan pemaparan ke pihak Bursa Efek Indonesia terkait rencana "relisting" dan akan segera dikaji serta diputuskan layak atau tidaknya perusahaan itu kembali masuk ke dalam daftar emiten.

Sementara itu, Presiden Direktur Mitra Energi Ivo Wongkaren menuturkan, rencana perseroan untuk mencatatkan saham kembali di BEI untuk memperkuat posisi keuangan dalam rangka mendukung ekspansi,”Kami telah memaparkan keinginan kami untuk kembali ke Bursa," katanya.

Dia menambahkan, saat ini pihaknya memiliki klien strategis perusahaan di bidang perkebunan karet di Sumatera Selatan. Nantinya, perseroan akan memperkuat posisi keuangan setelah izin "relisting" direstui BEI."Kemungkinan besar kami akan menggunakan instrumen pembiayaan di pasar modal untuk memperkuat posisi keuangan,”ungkapnya.

Disebutkan, laba bersih perseroan per November 2014 sebesar Rp16 miliar dan diperkirakan laba bersih hingga akhir 2014 meningkat menjadi Rp17 miliar. Kemudian untuk tahun ini, perseroan menargetkan laba bersih dua kali lipat atau menjadi sekitar Rp 34 miliar.

Sebagai informasi, Mitra Energi yang sebelumnya merupakan perusahaan teknologi informasi bernama PT Korpora Persada Investama Tbk yang didepak BEI pada 7 Februari 2007. BEI menilai perseroan tidak dapat memenuhi business plan yang diminta dan bahkan belum ada indikasi melakukan pemulihan yang memadai atas kinerjanya yang buruk.

Pertimbangan lain mendepak Korpora adalah karena belum dipenuhinya kewajiban penyampaian informasi finansial perseroan kepada bursa, berupa laporan keuangan auditan 2005 dan triwulan I serta triwulan III 2006. Kala itu, BEI juga menyatakan perseroan belum membayar denda keterlambatan penyampaian laporan keuangan serta biaya pencatatan tahunan.

Saat ini, setidaknya ada 17 emiten telah berencana melantai di Bursa Efek Indonesia, salah satunya PT Bank Yudha Bhakti yang menargetkan mencatatkan diri di BEI pada 13 Januari. Bank Yudha akan menerbitkan 11,93% modal atau setara 300 juta saham di harga Rp 115. Ini artinya calon emiten bank ini berpotensi meraup dana Rp 34,5 miliar dari aksi initial public offering (IPO). (bani)

Related posts