SMI Telah Salurkan Rp5,5 Triliun Sepanjang 2014 - Pembiayaan Infrastruktur

NERACA

Jakarta - PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp5,5 triliun untuk mempercepat pembangunan berbagai proyek infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia sepanjang 2014.

Melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (8/1) menyebutkan, pembiayaan disalurkan untuk proyek seperti pelabuhan, jalan dan jalan tol, migas, Pembangkit Listrik Tenaga Gas, telekomunikasi, air minum, irigasi dan lainnya.

Keseluruhan nilai proyek infrastruktur tersebut mencapai kurang lebih sebesar Rp45 triliun, sehingga PT SMI telah menciptakan multiplier effect atau nilai keekonomisan proyek hingga mencapai delapan kali lipat.

Selain itu, PT SMI juga pertama kalinya menerbitkan obligasi untuk mengembangkan kapasitas perseroan yaitu Obligasi I Sarana Multi Infrastruktur Tahun 2014 senilai Rp1 triliun pada 12 Juni 2014, yang sempat mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 2,6 kali.

Perseroan dalam kesempatan ini juga melaporkan telah mendapatkan pinjaman sindikasi sebesar 150 juta dolar AS dengan opsi peningkatan sampai 175 juta dolar AS pada 18 November 2014 untuk mendukung pembiayaan pembangunan infrastruktur.

Seperti diketahui, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Sofyan Djalil memaparkan, sejumlah sektor akan menjadi prioritas dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015. “Kita mempertajam program pembangunan infrastruktur terutama pertanian, PU, perhubungan, energi dan kelautan, yang mana akan mendapat prioritas dalam APBN-P 2015,” kata dia.

Sofyan mengatakan, pemerintah telah sebelumnya melakukan realokasi subsidi minyak dan gas, yang dirasa non-produktif pada kegiatan produktif. Meski mendapatkan keleluasaan fiskal dari realokasi subsidi migas, pemerintah juga akan berupaya menaikkan penerimaan negara.

“Untuk mewujudkan proyek-proyek prioritas, ada tiga kendala yang menghadang. Yaitu masalah pengadaan proyeknya, masalah lahan, dan kemampuan kontraktor proyek,” terang Sofyan.

Rating positif

Kinerja PT SMI yang baik ikut terlihat dengan perolehan rating nasional idAA+/stable dari Pefindo pada Maret 2014 dan AA+(idn)/stable dari Fitch Ratings pada Oktober 2014. Untuk rating internasional, PT SMI mendapatkan BBB-/stable (sovereign) dari Fitch Ratings.

Peringkat tersebut mencerminkan peran perseroan yang sangat penting bagi pemerintah Indonesia, karena memiliki potensi permintaan yang tinggi untuk pembiayaan infrastruktur, serta tingkat permodalan yang sangat kuat.

PT SMI kemudian ikut melaksanakan sejumlah kegiatan CSR, di mana 90% diantaranya fokus pada pembangunan dan pemeliharaan fasilitas infrastruktur kecil, seperti jalan dan jembatan, pembangkit listrik, fasilitas air bersih, pembangunan sekolah dan rumah ibadah.

Perseroan juga secara rutin melakukan kegiatan "SMI Berbagi", yang melibatkan partisipasi aktif pegawainya. Pelatihan soft skills yang memperkuat kapasitas diri untuk meningkatkan taraf hidup, seperti membuat telur asin, bakso, donat dan lain-lain yang dapat dijual, diberikan pada penerima manfaat program ini.

Performa dan pencapaian dalam berbagai bidang ini dikukuhkan dengan perolehan beberapa penghargaan, di antaranya BUMN Terbaik 2014 untuk kategori BUMN di bawah Kementerian Keuangan versi Majalah Investor pada Desember 2014.

Penghargaan serupa diberikan Majalah InfoBank, yang menobatkan SMI sebagai BUMN Terbaik di bawah Kementerian Keuangan dengan predikat "Sangat Bagus" pada September 2014. PT SMI juga mendapatkan penghargaan untuk Proyek KPS SPAM Umbulan dalam Global Infra Leadership Forum di New York, Amerika Serikat pada Februari 2014. [ardi]

Related posts