Tiphone Targetkan Rampung Tahun Ini - Akuisisi Simpatindo Multimedia

NERACA

Jakarta –Di tahun 2015 banyak rencana bisnis yang akan dilakukan emiten guna mengembangkan ekspansi bisnisnya dan salah satunya rencana akuisisi PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) terhadap distributor produk Telkomsel, PT Simpatindo Multimedia (SMM), yang sebelumnya ditargetkan tahun lalu, diharapkan bakal rampung pada kuartal pertama tahun ini.

Direktur Utama PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk, Tan Lie Pin mengatakan, tahun ini rencana bisnis akuisisi Simpatindo ditargetkan bisa rampung. Pasalnya, bila Simpatindo bisa diakuisisi lebih cepat maka dapat menjaga portofolio perseroan dibisnis voucher. Minimal masukan pendapatan dari Simpatindo bisa berkontribusi sekitar Rp4 triliun,”Awalnya kami targetkan aksi korporasi itu rampung November dan Desember 2014. Ternyata molor," katanya di Jakarta, Rabu (7/1).

Sebagai informasi, Simpatindo akan diakuisisi dengan nilai sekitar Rp500 miliar sebagai dampak dari aksi spin off anak usaha TiPhone, PT Excel Utama Indonesia (EUI) selaku distributor produk XL. Selama ini, EUI menyumbang Rp1 triliun terhadap pendapatan usaha TiPhone. Spin off harus dilakukan menyusul penguasaan Telkom atas saham TiPhone sebanyak 25%.

Dan bila sejumlah aksi korporasi tersebut rampung, perseroan optimistis dapat mengeruk pendapatan usaha sekitar Rp18 triliun untuk tahun ini dengan komposisi sekitar 70% berasal dari bisnis voucher telekomunikasi dan 30% sisanya dari penjualan ritel handset.

Diakhir tahun 2014 lalu, perseroan bersama dengan anak perusahaan mendapatkan pinjaman sebesar US$ 100 juta atau setara Rp1,25 triliun (kurs Rp12.500) untuk mendanai ekspansi bisnis. Pasalnya, ditengah ketatnya persaingan industri penjualan gadget memaksa PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk berstrategi untuk melebarkan jaring pemasarannya. Emiten produsen sekaligus distributor ponsel ini lebih memilih wilayah kabupaten yang relatif sepi pedagang ponsel, ketimbang wilayah perkotaan.

Untuk mendukung aksi korporasi itu, Tiphone memperbanyak jalur distribusi di wilayah kabupaten dan menambah gerai. Pada tahun 2014, perseroan menargetkan bisa memiliki 1.000 gerai ritel yang bernama Telesindo Shop. Sebagai catatan, hingga ahir Juni 2014 yang lalu, perusahaan itu baru memiliki 500 gerai. Artinya perlu 500 gerai baru.

Asal tahu saja, Tiphone mengincar pendapatan Rp 15,7 triliun dengan perincian target, pendapatan dari penjualan handset Rp 7 triliun dan pendapatan dari penjualan voucher Rp 8 triliun. Tahun 2013, Tiphone mengantongi pendapatan Rp 10,48 triliun.

Saat ini, Tiphone mendistribusikan merek Blackberry, Samsung, HTC, LG, Huawei, dan Sony. Selain itu, perusahaan itu juga menjual ponsel produksinya sendiri dengan merek Tiphone. Tahun 2014, perusahaan itu menyatakan tak banyak berharap pada kontribusi pendapatan dari dari penjualan ponsel merek Tiphone. Tiphone hanya menargetkan kontribusi penjualan ponsel Tiphone 3%-5%.

Related posts