Golden Energy Perpanjang Jatuh Tempo - Fasilitas Pinjaman Dua Anak Usaha

NERACA

Jakarta - PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) menyatakan telah memberikan fasilitas perpanjangan pinjaman kepada dua anak usahanya, yakni GEMS Trading Resources Pte Ltd dan PT Roundhill Capital Indonesia (RCI). Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (7/1).

Sekretaris Perusahaan PT Golden Energy Mines Tbk Sudin menuturkan, pinjaman yang diberikan kepada GEMS Trading Resources Pte Ltd yang sebesar US$ 30 juta seharusnya berakhir pada 31 Desember 2014. Namun, melalui addendum kedua jangka waktu pinjaman diperpanjang menjadi 31 Desember 2015.

Kemudian, untuk pinjaman sebesar US$ 10 juta milik PT Roundhill Capital Indonesia (RCI) yang harusnya jatuh tempo pada 31 Desember 2014, tapi setelah dilakukan perpanjangan waktu tanggal jatuh tempo menjadi 31 Desember 2015. Sebelumnya, diketahui PT Golden Energy Mines Tbk memberikan fasilitas pinjaman kepada kedua anak usaha untuk digunakan sebagai modal kerja keduanya.

Tercatat semester pertama tahun lalu, laba Golden Energy Mines tergerusa akibat beban membengkak. Namun demikian, perseroan mencatat kenaikan penjualan 27% year on year menjadi Rp 2,61 triliun, dibandingkan pencapaian Rp 2,06 triliun di akhir Juni 2013.

Laba kotor GEMS juga tercatat naik tinggi, yaitu Rp 863,08 miliar, lompat 104% menjadi Rp 422,74 miliar. Namun, efisiensi pada beban penjualan kurang maksimal. Pada pos tersebut, angkanya tercatat sebesar Rp 539,43 miliar, melesat tiga kali lipat dibanding periode semester I-2013 yang hanya sebesar Rp 161,6 miliar.

Kenaikan ongkos angkut, biaya sewa, sampai asuransi pengapalan dalam beban penjualan menggeruslaba bersih perusahaan batubara ini. Di ujung semester I-2014, laba perusahaan Rp 54,89 miliar, susut 28% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 76,73 miliar. Laba bersih per saham GEMS juga ikut turun28% menjadi Rp 9,33 per saham dari sebelumnya Rp 13,04 per saham.

Tahun lalu, perseroan menargetkan volume penjualan batubara dari 8,1 juta ton di 2012 menjadi sekitar 9 juta ton. Pertumbuhan volume penjualan sekitar 11% itu diharapkan berasal dari pasar ekspor. Harapannya, porsi penjualan ekspor bisa lebih besar ketimbang pasar domestik.

Perseroan masih aktif jual batu bara ke China dan India. Selain kedua negara itu, GEMS sudah memiliki pasar di Pakistan, Thailand, dan Malaysia. Untuk memperlancar bisnis, mereka sudah memiliki perusahaan perdagangan di Singapura.

Selama ini, produksi batubara Golden Energy berasal dari tiga anak usahanya, yakni PT Borneo Indobara yang menguasai konsesi seluas 24.100 hektare (ha) di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Ada juga PT Karya Cemerlang Persada dengan konsesi 143 ha dan PT Kuansing Inti Makmur yang menguasai konsesi 2.610 ha di Kabupaten Bungo, Jambi. (bani)

Related posts