Pemerintah Targetkan Ekspor 2015 Naik 4,4% - Perdagangan Luar Negeri

NERACA

Jakarta – Kementerian Perdagangan menargetkan kinerja ekspor Indonesia tahun 2015 sebesar US$ 192,5 miliar, dimana jika dibandingkan dengan tahun 2014 target tersebut hanya mengalami kenaikan 4,4%. Peningkatan target ekspor tersebut seiring dengan membaiknya perekonomian dunia. Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat diproyeksikan mencapai 3,1%, dimana impor diperkirakan sebesaar 5,4%,

"Perkembangan ekspor 2015 diperkirakan semakin baik jika dibanding 2014, seiring dengan membaiknya perekonomian dunia, dimana yang sangat menggembirakan adalah perekonomian Amerika Serikat diprediksi menagalami pertumbuhan lebih tinggi," kata Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel, dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa, dikutip dari Antara, Rabu (7/1).

Rachmat mengatakan, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat diproyeksikan mencapai 3,1%, dimana impor diperkirakan sebesaar 5,4%, dimana dengan adanya peningkatan impor tersebut maka konsumsi dari Negeri Paman Sam tersebut juga akan mengalami peningkatan.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Partogi Pangaribuan, mengatakan bahwa dengan adanya perkembangan yang positif dari perekonomian dunia, maka pihaknya merasa yakin bahwa kinerja ekspor akan bisa mengalami peningkatan. "Jika kita lihat perkembangan global, memang ada perbaikan perekonomian di AS dan Eropa. Oleh karena itu, kami merasa sangat yakin ekspor akan meningkat," kata Partogi.

Partogi mengatakan, untuk perkiraan ekspor Indonesia pada tahun 2015 kurang lebih sebesar 192,5 miliar dolar AS, dimana jika dibandingkan dengan 2014 lalu angka tersebut tidak jauh berbeda dengan target awal yang ditetapkan sebesar 192 miliar dolar AS namun harus dikoreksi menjadi 184,3 miliar dolar AS.

"Dengan adanya penurunan harga minyak dunia, mengakibatkan menggeliatnya industri yang ada di luar negeri dan mendorong adanya daya beli, maka kebutuhan barang juga akan banyak," kata Partogi.

Beberapa produk yang akan dijadikan andalan khususnya untuk mencapai target peningkatan ekspor 300% pada 2019, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Nus Nuzulia Ishak, mengatakan antara lain adalah produk elektronik, kimia, produk kayu dan kertas, serta furnitur. "Target ekspor sampai dengan tahun 2019 akan bertumpu pada produk manufakturing, dan akan dibagi dalam beberapa kelompok," kata Nus.

Nus mengatakan, untuk produk manufacturing yang akan didorong ekspornya dan masuk dalam kelompok satu adalah produk elektronik, tekstil dan produk tekstil, produk kimia, produk kayu, kertas dan furnitur serta produk logam.

"Sementara untuk kelompok dua adalah otomotif, mesin-mesin, produk plastik, peralatan medis dan beberapa produk lainnya. Selain itu, alas kaki, dan produk karet, serta kerajinan kulit dan produk kulit, dan minyak astiri," kata Nus.

Selama lima tahun kedepan, Kementerian Perdagangan telah menargetkan kinerja ekspor mampu meningkat hingga 300%, yang akan menyerap kurang lebih sebanyak 4,6 juta tenaga kerja dan menambah investasi asing langsung senilai 40,5 miliar dolar AS per tahun.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), dalam kurun waktu lima tahun terakhir, peningkatan ekspor paling tinggi terjadi pada tahun 2010 lalu, dimana kinerja ekspor non-migas terdongkrak mencapai 33,02% jika dibandingkan dengan tahun sebedlumnya.

Sementara itu, Kemendag juga menyatakan bahwa target ekspor Indonesia pada tahun 2014 sebesar 184,3 miliar dolar Amerika Serikat diperkirakan tidak akan tercapai, dan diperkirakan kinerja ekspor hanya mampu mengantongoi transaksi kurang lebih senilai 178 miliar dolar AS. "Prediksi saya sampai dengan Desember 2014, untuk ekspor non-migas sebesar 146 miliar dolar AS, secara total sebesar 178 miliar dolar AS," kata Nus Nuzulia.

Nus mengatakan, kinerja ekspor tahun 2014 bisa dikatakan sangat berat dikarenakan adanya faktor pelemahan ekonomi global yang berakibat turunnya ekspor Indonesia serta menurunnya harga komditas ekspor andalan seperti minyak sawit dan juga karet. "Untuk tahun 2014 berat, oleh karena itu nanti akan ada paket kebijakan untuk ekspor, kita akan bersama-sama mendorong ekspor," kata Nus.

Kendati tahun 2014 dinilai cukup berat, Nus menjelaskan, beberapa produk ekspor Indonesia yang mampu melampaui target ekspor antara lain adalah minyak sawit, produk kayu, produk kimia, metal, makanan olahan, dan otomotif. "Selain itu ada juga produk prospektif yang cukup bagus seperti perhiasan dan juga produk plastik," jelasnya.

Related posts