BPSDM KP dan JICA Perkuat Kerja Sama - Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan

NERACA

Jakarta – Dalam rangka peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor kelautan dan perikanan, Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPSDM KP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyelenggarakan Program Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan bagi masyarakat melalui kegiatan pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan. Untuk mencapai tujuan yang diharapkan secara efektif dan efisien, dalam melaksanakan program dan kegiatannya, BPSDM KP menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, tidak hanya dalam negeri, namun juga luar negeri, salah satunya dengan Japan International Cooperation Agency (JICA).

Untuk membahas penguatan kerja sama tersebut, BPSDM KP mengadakan pertemuan dengan JICA, Selasa (6/1), di Kantor Pusat BPSDM KP, Jakarta. Pertemuan yang dipimpin oleh Kepala BPSDM KP Sueno Sukoyono ini dihadiri oleh Representative JICA Nishiyama Etsuyo, Silver Expert JICA Ichiki Masaaki, Program Officer JICA Hari Ramadhan, Kepala Pusat Pendidikan KP I Nyoman Suyasa, Kepala Pusat Pelatihan KP Santoso, dan perwakilan dari BPSDM KP lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Ichiki mengakhiri masa tugasnya di Indonesia, tepatnya di Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan Aertembaga, Bitung, Sulawesi Utara, salah satu Unit Pelaksana Teknis BPSDM KP. Dengan dasar penugasan Surat Sekretaris Negara No. B-25026, tanggal 5 Desember 2012, ahli bidang fishing technique development ini ditugaskan sejak Januari 2013 hingga Januari 2014 dan diperpanjang hingga Januari 2015. Kegiatan yang dilakukannya adalah peningkatan kapasitas SDM di bidang penangkapan ikan dan udang serta budidaya perikanan, khususnya rumput laut. Tujuan dari Program Silver Expert ini adalah sebagai implementasi kerja sama antara KKP dan JICA serta dukungan pengembangan SDM kelautan dan perikanan Indonesia.

Berbagai kegiatan tersebut antara lain pelatihan pembuatan gill net, rumpon, long line di BPPP Aertembaga, pelatihan pembuatan gill net di Dinas Perikanan Kab.Nunukan, aktivitas dengan nelayan Pulau Lembeh Selatan, studi lingkungan Pulau Lembeh di Kota Bitung, teknologi budidaya rumput laut jenis Eucheuma Cottoni, kepada kelonpok nelayan di Pulau Lembeh Selatan, penelitian budidaya ikan nila di Danau Tondano (pembenihan, pemijahan, pendederan, lantanisasi), penangkapan gurita dengan metode tradisional Japan di perairan Pulau Lembeh Selatan, penangkapan bubu untuk ikan dan kepiting, pelatihan budidaya rumput laut gracilaria di Kec. Malili, Kab. Luwu Sulawesi Selatan, bagi 30 orang pembudidaya, pelatihan budidaya rumput laut eucheuma cottoni di BPPP Aertembaga bagi 50 Mahasiswa Politeknik Nusa Utara, dll.

Pada pertemuan tersebut, dibahas mengenai inisiasi dan persiapan untuk kemungkinan program Silver Expert selanjutnya dan kerja sama yang lebih luas serta kaderisasi untuk memaksimalkan transfer teknologi dari Silver Expert. Guna meningkatkan pengembangan SDM kelautan dan perikanan, BPSDM KP berharap Silver Expert JICA dapat diperpanjang lagi hingga tahun depan, mengingat masih banyaknya tugas yang perlu dilakukan di bidang pengembangan SDM kelautan dan perikanan. Kerja sama yang dapat dilakukan pada Program Silver Expert selanjutnya adalah mencakup bidang keahlian pengembangan kurikulum dan modul, metode penyuluhan, cyber extension, dan pengembangan study center.

Kerja sama dengan Jepang ini bukanlah hal yang baru bagi BPSDM KP. Berbagai kerja sama yang telah dilakukan antara lain Fisheries Dissemination Measures and System in Japan, Implementation Policy For Fisheries Dissemination Measures, A Role Of Fisheries Cooperative Association And Local Government For Promoting Coastal Fisheries, 14–20 September 2014; International Training Workshop on Fisheries Observer, Fisheries Agency of Government of Japan– Japan Tuna Association–OFCF Jepang, 8–14 Desember 2014; Set Net Project; Sekolah Usaha Perikanan Menengah Negeri Bone - Tokyo University of Marine Science and Technology (TUMSAT) - Himi City - IC NET Limited and JICA Tokyo, 2007-2008; Sinergi UNDP Indonesia - YL Invest Japan dan Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo; serta International Workshop for Collaboration in Marine Science and Technology, Jakarta International Container Terminal 2, Jakarta Port, 15 Desember 2014.

Dengan diselenggarakannya kerja sama ini diharapkan BPSDM KP dapat bersinergi positif dengan berbagai pihak dalam melaksanakan program dan kegiatannya di bidang pengembangan SDM kelautan dan perikanan, sehingga memperoleh berbagai keuntungan dan manfaat yang baik untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Sebelumnya, Suseno juga mengatakan, menjelang diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sangat menyadari peran strategis SDM sektor kelautan dan perikanan sebagai agen perubahan. Sebab, dalam MEA mendatang, masyarakat dihadapkan pada persaingan global. Masyarakat dituntut memiliki daya saing serta nilai tambah.

Related posts