Bank Panin Syariah Konversi Waran Jadi Saham

NERACA

Jakarta - PT Bank Panin Syariah Tbk (PNBS) mengonversi waran menjadi saham sebanyak 30 ribu lembar saham. Saham ini berasal dari konversi waran seri I yang akan mulai dicatatkan pada Rabu. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (7/1).

Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Group I Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna, dan Kepala Divisi Operasional Perdagangan BEI, Eko Siswanto mengatakan, melalui aksi korporasi perseroan, maka dengan demikian, saham perseroan yang tercatat di BEI seluruhnya berjumlah 9.717.734.100 lembar saham, sedangkan waran perseroan yang belum dikonversi sejumlah 875.265.900 waran.

Sekadar informasi, Panin Bank Syariah merupakan lembaga perbankan yang berbasis di Jakarta. Bank ini dulunya bernama Bank Harfa yang berpusat di Surabaya yang berdiri sejak 1990. Kemudian diawal tahun 2014, perseroan mencatatkan sahamnya di pasar modal melalui penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) dengan melepas saham ke public sekitar 4,75 miliar lembar saham.

Total saham yang dicatatkan mencapai 9,64 miliar saham terdiri saham pendiri sekitar 5 miliar saham dan penawaran saham perdana sebesar 4,75 miliar dengan harga penawaran sekitar Rp 100. Jadi total dana yang diraih dari hasil penawaran saham perdana sebesar Rp 475 miliar.

Kapitalisasi pasar saham yang dicatatkan di BEI mencapai Rp 964,30 miliar. Jumlah pemesan saat penawaran saham perdana mencapai 842 pihak, dan pemegang saham setelah penawaran saham perdana mencapai 841 pihak. Selanjutnya, saham perseroan ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai efek syariah.

Sebelumnya, OJK telah menerima proposal rencana peningkatan kepemilikan Dubai Islamic Bank (DIB) atas saham Panin Bank Syariah (PBS). DIB akan memperbesar porsi kepemilikan saham di anak usaha Bank Panin tersebut, dari saat ini 24,9% menjadi 40%.

Edi Setiadi, Kepala Departemen Perbankan Syariah OJK pernah bilang, DIB mau meningkatkan kepemilikan jadi 40% di Panin Syariah. Hal inipun diakui langsung Deny Hendrawati, Direktur Utama Panin Syariah terkait DIB menguasai 40% saham Panin Syariah. Yang jelas, masuknya penambahan saham DIB akan membuat likuiditas atau modal perseroan kuat dan menjadi Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) II.

Berdasarkan laporan keuangan semester pertama 2014, susunan pemegang saham bank dengan kode saham PNBS ini terdiri dari Bank Panin sebanyak 52,51%, DIB 24,9%, dan sisanya adalah publik dengan porsi 22,59% saham. (bani)

Related posts