Pefindo Pertahankan Peringkat A+ WIKA

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mempertahankan peringkat idA+ untuk PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dengan prospek stabil. Informasi tersebut disampaikan Pefindo dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (7/11).

Selain itu, Pefindo juga memberikan peringkat serupa untuk surat utang jangka menengah (medium terms notes/MTN) 2014 WIKA senilai Rp800 miliar. Dana dari MTN tersebut digunakan perseroan untuk membiayai investasi pada entitas anak dan pembelian aktiva tetap (52%), refinancing utang (23%), suntikan modal ke entitas anak (15%) dan modal kerja (20%).

Analis Pefindo Haryo Koconegoro mengatakan, peringkat tersebut mencerminkan posisi perusahaan yang kuat. Di samping itu, sumber pendapatan yang cukup terdiversifikasi, dan profil keuangan yang kuat. Kendati demikian, peringkat itu dibatasi potensi risiko dari segmen baru dan lingkungan bisnis yang relatif fluktuatif pada industri konstruksi dan properti.

WIKA saat ini tidak hanya bergerak pada bisnis konstruksi, tetapi meluas ke bisnis manufaktur beton, realti, pertambangan, penjualan listrik EPC, dan investasi. Per kuartal III tahun lalu, pemegang saham perusahaan plat merah tersebut sebanyak 65,05% adalah pemerintah Indonesia, sebanyak 33,62% publik, serta sisanya 1,33% dimiliki manajemen dan karyawan perusahaan.

Tahun ini, perseroan terus agresif merambah bisnis konstruksi di luar negeri dengan target menargetkan perolehan kontrak sebesar Rp 1,1 triliun dari sejumlah proyek di luar negeri. Disebutkan, perseroan tengah membidik proyek gedung dan infrastruktur di Aljazair, Malaysia, Myanmar, dan Timor Leste. (bani)

Related posts