Bank Nagari Turunkan Target Pertumbuhan Kredit - Padang, Sumatera Barat

NERACA

Padang - Bank Pembangunan Daerah Sumatra Barat atau Bank Nagari menurunkan target pertumbuhan kredit dari biasanya sekitar 20% menjadi 12%-15% pada 2015.

"Jika dalam situasi normal, pertumbuhan kredit biasanya sekitar 20%. Namun, karena pengaruh situasi perekonomian yang tidak menentu maka dengan mengacu kepada analisis pasar, pertumbuhan kredit sedikit kami tahan pada 2015," kata Direktur Utama Bank Nagari, Suryadi Azmi di Padang, Sumatera Barat, Selasa (6/1).

Dia mengatakan Bank Nagari menargetkan penyaluran kredit pada 2015 sebesar sekitar Rp15,183 triliun, naik dibanding 2014 yang mencapai Rp13,5 triliun.

Sementara itu, aset ditargetkan tumbuh menjadi sekitar Rp20,48 triliun dibanding Rp18 triliun pada 2014.

Untuk dana pihak ketiga, menurut Suryadi Azmi, akan tumbuh menjadi sekitar Rp15,34 triliun dibanding 2014 sekitar Rp13,72 triliun.

Sedangkan laba pada 2015, juga ditargetkan naik menjadi Rp300,13 miliar dibanding 2014 yang hanya Rp276 miliar.

Menurut dia, ada sejumlah faktor yang mempengaruhi target capaian tahun 2015 di antaranya ketidakpastian kondisi perekonomian global, kemudian isu Bank Sentral Amerika Serikat yang akan menaikkan suku bunga, sehingga dana yang berasal dari luar negeri kemungkinan akan keluar dari Indonesia, sehingga terjadi kelangkaan likuiditas di pasar.

"Kami memprediksi hal ini akan berpengaruh pada peningkatan suku bunga dana dan kredit," kata dia.

Kenaikan tarif tenaga listrik, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang meningkatkan inflasi serta pertumbuhan ekonomi Sumbar yang diprediksi melambat seiring melambatnya ekonomi nasional, juga menjadi pertimbangan dalam menentukan capaian atau target Bank Nagari 2015. [ant]

BERITA TERKAIT

Survei: Irjen Fakhrizal Sukses Pimpin Polda Sumatera Barat

Survei: Irjen Fakhrizal Sukses Pimpin Polda Sumatera Barat NERACAJakarta – Tingkat keamanan dan ketertiban masyarakat  di Sumatera Barat menjadi salah…

Peserta Gerakan OK Oce Lampaui Target

      NERACA   Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan peserta gerakan One Kecamatan One…

Bank Syariah Mandiri Siapkan IPO di 2019 - Dinilai Momentum Tepat

NERACA Jakarta – Menyusul beberapa bank syariah yang sudah go public atau mencatatkan sahamnya di pasar modal lewat penawaran umum…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Defisit APBN Semester I Turun jadi 0,75%

  NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan realisasi defisit anggaran pada semester I-2018 tercatat sebesar Rp110,6…

Modal Asing Keluar, Utang Indonesia Melambat

    NERACA   Jakarta - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tumbuh melambat pada akhir Mei 2018 seiring arus dana…

Pengaduan THR ke Pemerintah Turun

      NERACA   Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mulai memproses pengaduan terkait pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) pekerja…