Klaim Asuransi Badan dan Mesin Pesawat Tetap Dibayar

NERACA

Jakarta - Klaim asuransi untuk badan dan mesin pesawat AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura yang jatuh pada Minggu (28/12) pekan lalu, tetap akan dibayar meskipun izin rute tersebut dinyatakan tidak sah oleh Kementerian Perhubungan.

”Klaim asuransi badan pesawat termasuk dalam kompensasi pengganti kerugian yang dibeli maskapai AirAsia kepada PT. Asuransi Jasa Indonesia (Persero) dan PT. Asuransi Sinar Mas,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Nonbank OJK, Firdaus Djaelani di Jakarta, Selasa (6/1).

”Nilai tertanggung rangka pesawatnya berapa kita belum tahu. Mungkin bisa mencapai 50 juta dolar AS. Itu akan dibayar oleh perusahaan asuransi.”

Firdaus menuturkan, dari analisa OJK terhadap polis asuransi AirAsia, tidak ada pengecualian mengenai perubahan jadwal penerbangan dalam polis tersebut. Oleh karena itu, ujar dia, pelanggaran dalam pemberangkatan rute tersebut tidak termasuk dalam pengecualian klaim dari polis asuransi itu.

"Tidak benar kalau persoalan berangkat hari Minggu lalu, asuransi tidak dapat cair," ujar dia. Dalam polis asuransi yang dibeli AirAsia, Firdaus menjelaskan, perusahaan asuransi Jasindo dan Sinarmas telah sepakat untuk membayar nilai pertanggungan kerugian yang meliputi tiga hal, yakni kerugian atas badan dan mesin pesawat, jiwa penumpang serta pihak ketiga (baik barang maupun jiwa).

Jasindo merupakan perusahaan asuransi yang menanggung AirAsia QZ8501. Sedangkan, Sinar Mas merupakan perusahaan "co-insurance" untuk AirAsia QZ8501.

Direktur Operasi Ritel PT. Asuransi Jasa Indonesia (Persero), Sahata Lumban Tobing, membenarkan bahwa klaim asuransi badan pesawat AirAsia akan tetap dibayarkan, meskipun Kementerian Perhubungan menyatakan izin rute AirAsia QZ8501 tidak sah.

Dia mempertanyakan jika izin rute Surabaya-Singapura milik AirAsia ilegal, mengapa pesawat tersebut masih dapat terbang dari Bandara Juanda, Surabaya.

"Kan tidak mungkin pesawat keluar kalo izinnya tidak ada. Kan pesawatnya bisa keluar, pasti ada izinnya baik dari regulator ataupun pengelola," ujarnya.

Harus dilunasi

Namun, Sahata masih enggan membocorkan berapa nilai tertanggung yang akan dibayarkan. Dia mengatakan klaim asuransi tersebut akan langsung dibayarkan kepada AirAsia, tidak dibayarkan ke perusahaan pembiayaan (lessor) yang menangani pembelian pesawat AirAsia.

"Tapi nanti itu tergantung permintaan AirAsia juga," ujarnya.

Otoritas Jasa Keuangan juga meminta perusahaan asuransi dapat melunasi klaim tertanggung sebanyak 155 korban pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh pada Minggu (28/12) pekan lalu, paling lambat akhir Januari 2015.

Tiga perusahaan asuransi yang menanggung penumpang AirAsia sudah memulai menginvertarisasi data korban dan menelusuri ahli waris korban.

"Perusahaan asuransi dan AirAsia juga sedang inventarisasi keluarga ahli waris. Kemungkinan akhir bulan selesai dan akan dilakukan upacara pemberian santunan di Surabaya kalau seluruh proses sudah beres," kata Firdaus. [fba]

Related posts