Sambut MEA 2015, Kapasitas 73.279 SDM Ditingkatkan - Kelautan dan Perikanan

NERACA

Jakarta – Jelang diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sangat menyadari peran strategis SDM sektor kelautan dan perikanan sebagai agen perubahan. Sebab, dalam MEA mendatang, masyarakat dihadapkan pada persaingan global. Masyarakat dituntut memiliki daya saing serta nilai tambah. Untuk itu, KKP melalui Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPSDM KP) telah menyelenggarakan berbagai kegiatan di bidang pendidikan, pelatihan maupun penyuluhan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat sehingga produktivitas dan pendapatan yang dihasilkannya bertambah. Alhasil, kehidupan masyarakat di sektor ini menjadi lebih sejahtera. Hal ini dikarenakan KKP menyadari bawha pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan,adalah kunci keberhasilan memenangi persaingan MEA 2015.

“Pengembangan SDM KP ini sangat penting, karena mengelola sumberdaya alam kelautan dan perikanan pada hakekatnya adalah mengelola SDM-nya,” ujar Kepala BPSDM KP Suseno Sukoyono pada konferensi pers bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan para pejabat Eselon I KKP tentang refleksi 2014 dan outlook 2015, Senin (5/1), di kantor pusat KKP, Jakarta, dikutip dari keterangan resmi, Selasa (6/1).

Suseno melanjutkan, capaian pada TA 2014 adalah kompetensi SDM kelautan dan perikanan sesuai kebutuhan sebanyak 73.279 orang. Angka tersebut hasil pengembangan SDM KP melalui pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan.

Di bidang pendidikan, BPSDM KP melahirkan 1.665 lulusan satuan pendidikan pada TA 2014. Sebanyak 80% lulusan tersebut bekerja sebagai tenaga professional di dunia usaha/industri dan berwirausaha, sementara sisanya bekerja di pemerintahan dan melanjutkan pendidikan.

Lulusan satuan pendidikan BPSDM KP telah tersebar tak hanya di pelosok nusantara, namun juga manca negara, seperti Amerika Serikat, Uruguay, Spanyol, Perancis, Belanda, Belgia, Rusia, Mozambik, Uni Emirat Arab, China, Korea Selatan, Jepang, Malaysia, Filipina, Australia, Fiji, Kepulauan Solomon, dll. Kerja sama di bidang pendidikan telah dijalin BPSDM KP dengan berbagai pihak di dalam dan luar negeri, antara lain 63 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), 37 perguruan tinggi, dan 63 dunia usaha/industri.

Di bidang pelatihan, capaian pada TA 2014 adalah lulusan pelatihan KP sesuai standar kompetensi sebanyak 18.014 orang melalui pelatihan budidaya (termasuk ikan non konsumsi), penangkapan, pengolahan, konservasi, kepelautan, dan aparatur di sektor kelautan dan perikanan. Selain itu, di tahun tersebut berkembangnya Lembaga Sertifikasi Profesi Kelautan dan Perikanan (LSP KP) sebanyak 8 LSP dengan 33 Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang telah mensertifikasi 11.080 orang.

Adapun di bidang penyuluhan, capaian pada 2014 adalah meningkatnya jumlah kelompok 5.360 kelompok dari target 5.000 kelompok. Tercapai pula di tahun 2014 jumlah penyuluh perikanan sebanyak 12.892 orang yang terdiri dari 3.195 penyuluh PNS, 1.243 Penyuluh Perikanan Tenaga Kontrak, 8.372 penyuluh swadaya, dan 40 penyuluh swasta. Jumlah penyuluh ini melebih target tahun 2014, yakni sebanyak 12.000 penyuluh.

Sementara pada 2015, BPSDM KP menargetkan penyelenggaraan pendidikan bagi 6.250 peserta didik dengan output lulusan sebanyak 1.700 orang; pengembangan Polteknik KP sebanyak 10 Unit; dukungan biaya pendidikan bagi 832 orang anak pelaku utama; penumbuhan wirausaha muda bagi peserta didik sebanyak 53 paket; sertifikasi kompetensi peserta didik; serta penyelenggaraan pendidikan kesetaraan (community college) di 5 Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Di bidang pelatihan, target 2015 adalah terlatihnya 17.000 orang di 34 provinsi, penguatan widyaiswara/instruktur sebanyak 1.270 orang; pengembangan Techno Park sebanyak 4 unit; penjaminan mutu penyelenggaraan pelatihan KP melalui sertifikasi sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 dan akreditasi penyelenggaraan diklat teknis dan fungsional bagi aparatur KP; pengembangan sistem sertifikasi kompetensi SDM KP melalui penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI) bidang KP, penyusunan kurikulum/modul pelatihan berbasis kompetensi, pengembangan Materi Uji Kompetensi (MUK), penyiapan assesor kompetensi, dan pengembangan Lembaga Sertifikasi Profesi KP; penguatan LSP KP sebanyak 406 lembaga pelatihan; serta peningkatan kapasitas tenaga kepelatihan melalui Training of Trainer, Management of Training, dan Training Officers Course.

Di bidang penyuluhan pada 2015 dilakukan pendampingan 512.700 pelaku utama oleh 12.000 penyuluh perikanan di 34 provinsi; pengembangan Penyelenggaraan Penyuluhan melalui Unit Percontohan Penyuluhan KP di 12 provinsi; pengembangan kelas kelompok pelaku utama dari kelas pemula menjadi kelas mandiri (madya dan utama) sebanyak 4.000 kelompok; penumbuhan kelompok pelaku utama baru sebanyak 1.270 kelompok; pengembangan teknologi informasi; implementasi strategi dan kebijakan dalam rangka penguatan SDM KP melalui jejaring kerjasama dalam dan luar negeri; serta tersedianya penyuluh di perbatasan negara tetangga sebanyak 144 orang di 10 provinsi.

Related posts