Bali Towerindo Gugat Bupati Badung

NERACA

Jakarta – Merasa dirugikan akibat one prestasi yang dilakukan Bupati Badug, PT Bali Towerindo Tbk (BALI) sebagai perusahaan tower atau BTS telekomunikasi telah mengajukan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Denpasar terhadap Bupati Kabupaten Badung.

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin, Anni Suwandi, Sekretaris Perusahaan menyebutkan bahwa yang menjadi obyek sengketa tersebut adalah Surat Bupati Badung No.593/4419 tanggal 1 September 2014 perihal nilai sewa tanah untuk Menara Terpadu. Menurut Anni, sampai dengan kemarin, perkara tersebut sedang dalam proses pemeriksaan di tingkat PTUN Denpasar dengan agenda pembacaan gugatan tanggal 12 Januari 2015.

Sebagai informasi, PT Bali Towerindo Sentra Tbk membukukan keuntungan sebesar Rp 65,249 miliar sepanjang semester I 2014 sebesar Rp 65,249 miliar atau naik 64% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 39,608 miliar.

Disebutkan, penopang keuntungan berasal dari pendapatan sebesar Rp 67,560 miliar di semester I 2014 atau naik 50,28% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 44,957 miliar. Perseroan juga berhasil mendapatkan laba usaha sebesar Rp 42,688 miliar di semester I 2014 atau naik 38% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 30,34 miliar.

Tahun 2014 lalu, perseroan menargetkan membangun 92 menara baru dengan target marjin EBITDA 70% dan pendapatan mencapai Rp 140 miliar pada tutup 2014. Perseroan juga mulai agresif bermain di serat optik melalui anak usaha Paramitra Intimega yang baru saja menggandeng ICON + dalam penyediaan infrastruktur optik untuk mendukung sistem small cell di seluruh Indonesia.

Pasca listing di pasar modal tahun lalu, perseroan membidik pertumbuhan usaha sebesar 50%. Maka bila ini tercapai, perseroan diperkirakan memiliki pendapatan sekitar Rp 154,8 miliar di 2013 naik 50% dari 2012 sebesar Rp 103,2 miliar.

PT Bali Towerindo Tbk resmi melakukan pencatatan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Maret 2014. Saham perdana perseroan langsung dibuka naik sebesar 50% atau Rp 200 ke level Rp 600 per saham dari harga yang penawaran awal sebesar Rp 400 per saham.

Analis Anugerah Securindo Indah, Bertoni Rio pernah bilang, saham BALI cukup menarik. Karena ada potensi dari bisnis penyedia jasa penyewaan tower yang merupakan bisnis BALI,”Bisnis sewa menara masih bagus, apalagi banyak perusahaan jasa transmisi seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Indosat Tbk (ISAT) dan perusahaan lainnya yang melakukan sewa untuk jaringan transmisi dan telekomunikasi," kata Rio.

Rio melanjutkan, hal ini karena tingginya aktifitas komunikasi maupun dorongan permintaan dari penyedia jasa telekomunikasi yang membutuhkan jaringan yang bagus untuk memberikan layanan ke konsumennya, “Prospek saham BALI masih bagus seiring teknologi wifi yang pastinya akan membutuhkan tower untuk melanjutkan sinyal telekomunikasi. Saham BALI berpotensi melaju ke level Rp 760 per saham," tegas Rio.

Related posts