Antam Prioritaskan Patner Dari Lokal - Bangun Smelter Grade Alumina

NERACA

Jakarta - Keseriusan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) untuk membangun smelter ditunjukkan dengan kesibukan perseroan yang tengah mencari patner yang cocok untuk proyek tersebut. Saat ini, perusahaan produsen emas milik negara ini masih mencari partner untuk membangun proyek Smelter Grade Alumina (SGA).

Corporate Secretary Antam, Tri Hartono mengatakan, perseroan saat ini tengah memilah mitra kerja untuk membangun proyek smelter. Rencananya, pabrik pengolahan terbut akan berlokasi di Kalimantan Barat dengan kapasitas produksi 1,2 juta metric ton SGA per tahun,”Kita lagi mengevaluasi partner yang serius. Ingin cari partner dalam negeri untuk membangunnya,”ungkapnya di Jakarta, Selasa (6/1).

Dia menjelaskan, pihaknya memprioritaskan partner dari dalam negeri, apa lagi jika bisa bekerja sama dengan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang pertambangan,”Misalnya PTBA (Bukit Asam) yang berkecimpung di energi, mereka pakai SGA sebagai bahan bakunya. Sehingga tahun ini bisa berjalan," jelas dia.

Meski demikian, jika memang dari dalam negeri sulit terpenuhi, maka Antam akan mencari bantuan dari perusahaan luar negeri. "Inginnya mayoritas dari dalam negeri tapi karena teknologi yang harus canggih, kita harus berpartner dengan luar negeri," tutur dia.

Tahun ini, Antam optimistis mampu merealisasikan target penjualan emas mencapai 8,5 ton. Layanan barunya yang baru dirilis, Berencana Aman Kelola Emas (BRANKAS) bakal menjadi andalan emitem pelat merah ini untuk merealisasikan target tersebut.

General Manager Bisnis Pengelolaan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, Dody Martimbang pernah bilang, ada kenaikan cukup signifikan pada periode Oktober-November 2014 pada penjualan emas. Menurutnya, pada periode tersebut jumlah penjualan emas ANTM naik menjadi 800 kg dari sebelumnya 500 kg.

Di tahun 2014, Antam menargetkan penjualan emas sebesar 7 ton. Adapun realisasinya hingga saat ini sekitar 5,6 ton. Dijelaskan Dody, dengan kehadiran BRANKAS, daya beli masyarakat akan meningkat lantaran harganya lebih murah dibanding harga pasar dan harga pabrik. Dengan segala keunggulan yang ditawarkan, permintaan emas melalui BRANKAS juga bakal meningkat.

Oleh sebab itu, manajemen optimistis BRANKAS menjadi akselerator realisasi penjualan emas ANTM. "Dengan layanan ini pula maka variasi pembelian emas selain melalui pabrik atau toko penjual emas," pungkas Dody.

Sebagai informasi, harga emas batangan bersertifikat logam mulia milik PT Aneka Tambang (Antam) Tbk pada perdagangan Selasa (6/1) naik dibandingkan perdagangan Senin (5/1). Harga emas mencapai Rp 530.000 per gram, atau naik Rp 5.000 per gram dibandingkan kemarin sebesar Rp 525.000 per gram.

Sementara harga pembelian kembali emas (buyback) oleh Antam dari konsumen berada di level Rp 480.000 per gram atau naik Rp 7.000 per gram dibandingkan perdagangan kemarin Rp 473.000 per gram. Untuk transaksi pembelian emas batangan, masyarakat bisa datang langsung ke PT Antam Tbk Jakarta. Setiap harinya perseroan membatasi hingga maksimal 150 nomor antrean saja. (bani)

Related posts