Mondrian Investment Tambah Saham di Express

NERACA

Jakarta – Begitu geliatnya ekspansi bisnis taksi milik PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) dengan terus merambah pasar di kota-kota besar dan penambahan armada baru, menjadi daya tarik bagi perusahaan investasi asal London, Inggris Mondrian Investment Partners Limited untuk menambah kepemilikan saham di PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI), salah satu perusahaan operator taksi, Express. Saat ini, Mondrian memegang sekitar 6,54 persen saham TAXI.

Dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (6/1), disebutkan, Mondrian bersama klien memegang sekitar 140.297.600 saham TAXI. Mondrian memiliki sekitar 6,54% saham TAXI dari jumlah saham TAXI yang beredar sekitar 2,14 miliar saham. Mondrian kembali membeli saham TAXI sekitar 3,07 juta saham dengan harga Rp 1.190 per saham.

Total transaksi pembelian saham sekitar Rp 3,65 miliar yang dilakukan pada 2 Januari 2015. Transaksi tersebut bagian dari Mondrian sebagai manager investasi non-custodial discreationary investment. Sebelumnya Mondrian membeli saham TAXI sekitar 2,5 juta saham dengan harga Rp 1.175,54 per saham. Total transaksi pembelian saham sekitar Rp 2,93 miliar yang dilakukan pada 30 Desember 2014. Pembelian saham ini merupakan bagian dari investasi.

Sebagai informasi, saat ini pemegang saham PT Express Transindo Utama Tbk antara lain PT Rajawali Corpora sebesar 51% dan publik kurang dari lima persen mencapai 49% pada Juli 2014. Tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 400 miliar-Rp 500 miliar, seiring dengan upaya perseroan memperkuat infrastruktur operasional.

General Manager Corporate Secretary Express Group, Merry Anggraini pernah bilang, belanja modal tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp 700 miliar,”Sumber dana belanja modal akan di danai dari sisa emisi obligasi, pinjaman bank dan kas internal perusahaan,”ungkapnya.

Disebutkan, komposisi pembiayaan belanja modal belum ditentukan. Namun yang pasti, saat ini perseroan masih memiliki dana sekitar Rp 250 miliar dari penerbitan obligasi. Tahun 2014, Express menerbitakan surat utang atau obligasi senilai Rp 1 triliun. Sementara kas internal perseroan per September tercatat sebesar Rp 298,09 miliar.

Asal tahu saja, perseroan berhasil membukukan laba bersih di paruh pertama tahun lalu sebesar Rp 79,10 miliar. Angka tersebut tumbuh 30,54% atau sekitar Rp 18,55 miliar dari pencapaian priode yang sama tahun lalu senilai Rp 60,59 miliar. Disebutkan, kenaikan laba bersih ini ditopang oleh kenaikan pendapatan Express Group di semester I tahun 2014 ini yang juga mengalami peningkatan cukup menggembirakan yaitu senilai Rp 408,98 miliar atau meningkat 23,41% dari periode yang sama tahun lalu.

Sepanjang 2014, Express Group telah mengambil beberapa langkah yang secara strategis berhasil meningkatkan posisi pasar, di antaranya dengan menambah jumlah armada taksi reguler di Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek), serta membuka cabang baru di Padang.

Selain itu, Express Group juga telah mengumumkan rencana ekspansi lanjutan seperti penambahan 150 unit bus pariwisata dan 300 unit tambahan untuk taksi premium. Ekspansi ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah bagi para pemegang saham TAXI dan masyarakat pengguna Taksi Express. Perseroan berharap dengan penambahan 2.000 unit taksi reguler di 2014, bisa meningkatkan laba bersih hingga mencapai 20% di akhir tahun. (bani)

Related posts