Perusahaan Asuransi akan Dipanggil - Buntut Kecelakaan AirAsia

NERACA

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan akan memanggil sejumlah perusahaan asuransi untuk membahas mengenai kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501. Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Nonbank OJK, Firdaus Djaelani mengatakan, sejumlah perusahaan asuransi tersebut sudah menyatakan siap menyelesaikan persoalan ini.

"Mereka siap semuanya. tinggal persoalannya kapan," kata Firdaus di Jakarta, Senin (5/1).

Sayangnya, Firdaus enggan menjelaskan secara rinci berapa besaran klaim yang akan dibayarkan perusahaan asuransi. Menurut dia, penjelasan hal tersebut akan diumumkan ke publik dalam waktu dekat. "Nantilah kita jelaskan, kan sudah ada di polisnya di-cover, pokoknya nanti saya kasih kabar," ujarnya.

Setidaknya ada empat perusahaan asuransi yang dipanggil OJK terkait kecelakaan ini. "Ada Jasindo (Asuransi Jasa Indonesia), Sinar Mas, Jasa Raharja, dan ada satu lagi. Kita ketemu mereka dulu. Kita bahas. Supaya jelas semua," kata Firdaus.

Menurutnya, OJK menunggu pemerintah mengenai kapan waktu selesai evakuasi. Jika waktu evakuasi telah ditentukan, perusahaan asuransi sudah bisa membayarkan klaim kepada ahli waris korban. Namun, pembayaran ini juga harus clear terlebih dahulu. Khususnya mengenai administrasi, apakah ahli waris tersebut benar-benar ahli waris yang diakui oleh keluarga atau tidak.

Terkait ahli waris ini, OJK juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Jika ahli waris sudah benar, maka pembayaran santunan baru bisa dilaksanakan. "Kita nanti kerjasama sama Pemda juga, misal Pemda Surabaya memastikan oke si A ini ahli waris dari si ini, baru kita melakukan upacara pembayaran santunan," kata Firdaus. [ardi]

Related posts