J Resources Yakinkan Bank Sindikasi - Ajak Monitoring Proyek

NERACA

Jakarta - PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) mengajak peserta Bank Sindikasi mengunjungi tambang emas miliknya di Seruyung, Kalimantan Utara. Bank Peserta yang mengunjungi satu dari empat tambang milik PSAB yang sudah beroperasi tersebut adalah Indonesia Eximbank, PT Bank QNB Indonesia Tbk PT Bank ICBC Indonesia dan PT Bank Permata Tbk di Seruyung, Kalimantan Timur.

Direktur PT JResources Asia Pasifik,Tbk (PSAB) Edi Permadi, mengatakan, ke depan Projek Seruyung akan memiliki beberapa pipeline baru untuk menemukan cadangan-cadangan baru di beberapa lokasi seperti Dulun dengan estimasi cadangan 76-100 koz dan Ada Isut 43 hingga 60 koz,”Dengan melihat pelaksanaan existing proyek yang sangat baik, kami optimistis hal tersebut juga akan diteruskan pada proyek-proyek J Resources yang lainnya,”ujarnya di Jakarta, Senin (5/1).

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka proses monitoring proyek salah satu anak perusahaan PSAB. Sebagaimana diketahui, tambang emas Seruyung yang dikelola anak usaha PT Sago Prima Pratama (SPP) mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) dengan luas 3.560 hektar di Seruyung Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Menurutnya, adanya proses monitoring proyek ini, PSAB terus berkomitmen dan bertanggung jawab kepada pemegang saham, pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya, untuk mencapai kemajuan dan konsistensi dalam menaati aturan-aturan yang berlaku.

Dari hasil pengamatan lapangan tersebut, tim dari Bank ICBC memastikan kegiatan operasional tambang perusahaan berjalan sesuai rencana. Dalam hal produksi, perusahaan telah menghasilkan lebih dari 200.000 ton emas pada 2014 dan itu berarti melampaui target produksi awal.

Perwakilan Bank Exim menilai kegiatan produksi di tambang Seruyung sudah dilakukan sesuai kaidah pertambangan yang baik dan benar yang tercermin dari terpenuhinya seluruh prosedur K3 dan tingkat kecelakaan kerja yang sangat kecil. Sementara dari sisi kinerja, dari data realisasi produksi hingga kuartal III/2014 tambang emas Seruyung telah memproduksi emas sebanyak 69 koz.

Sementara perwakilan Bank QNB mengaku puas dengan perkembangan dan kinerja perusahaan dan optimistis kinerja PSAB ke depan akan lebih baik. Sebagai informasi, perusahaan tambang emas PT J Resources Asia Pasific Tbl dinilai memiliki pergerakan saham yang sangat aneh karena bertolak belakang dengan fundamental yang ada. Pasalnya, harga emas dunia mengalami penurunan, sedangkan saham PSAB malah mengalami penguatan.

Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan, seharusnya saham PSAB alami penurunan seperti saham perusahaan di sektor komoditas emas lainnya, “Anehnya dari sisi fundamentalnya. Harga emas kan cenderung turun dalam setahun ini. Pasar komoditas juga turun ya,” ujar Reza. (bani)

Related posts