WIKA Agresif Bidik Pasar di Luar Negeri - Targetkan Kontrak Baru Rp 1,1 Triliun

NERACA

Jakarta- Tidak mau terjebak sebagai perusahaan konstruksi yang hanya jago kandang, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) terus agresif merambah bisnis konstruksi di luar negeri dan membidik kontrak baru guna membuktikan kualitas konstruksi Indonesia tidak kalah dengan negara lainnya. Tahun ini, perseroan menargetkan perolehan kontrak sebesar Rp 1,1 triliun dari sejumlah proyek di luar negeri.

Disebutkan, perseroan tengah membidik proyek gedung dan infrastruktur di Aljazair, Malaysia, Myanmar, dan Timor Leste. Direktur Operasi III Wika Destiawan Soewardjono mengatakan, target kontrak dari luar negeri tahun ini meningkat 33,1 persen dibandingkan realisasi 2014 yang sebesar Rp 735 miliar. “Kami mengerjakan proyek di luar negeri bersama mitra strategis dengan konsep joint operation (JO),”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Destiawan mengungkapkan, perseroan bersama mitra tengah mengikuti tender proyek senilai total Rp 5 triliun. Dari total nilai tersebut, perseroan berharap bisa mendapatkan porsi kontrak sebesar 20% tahun ini. WIKA mengincar proyek rumah susun dan apartemen di Aljazair, Afrika Utara dan Kuching, Malaysia.

Selain itu, perseroan membidik kontrak untuk proyek gedung perkantoran dan apartemen di Yangoon, Myanmar. Sedangkan di Timor Leste, perseroan berencana menggarap proyek infrastruktur pendukung pelabuhan dan jalan,”Sebagian besar kontrak di luar negeri masih berasal dari proyek pembangunan gedung sebesar 90%. Sisanya 10% berasal dari proyek infrastruktur,” ujar Destiawan.

Dengan penambahan kontrak baru tersebut, maka kontrak di luar negeri yang dihadapi (order book) perseroan bisa mencapai Rp 1,8 triliun. Di luar negeri, WIKA masih memiliki kontrak bawaan (carry over) tahun lalu sebesar Rp 700 miliar.

Selain membidik kontrak di Aljazair, Malaysia, Myanmar, dan Timor Leste, Wika juga sedang memperluas jaringan kerjanya di Timur Tengah. Perseroan akan mendirikan kantor perwakilan di Arab Saudi. “Kami masih menyelesaikan beberapa proses perizinan pendirian kantor di Arab Saudi yang cukup memakan waktu," jelas Destiawan.

WIKA sebenarnya telah menjajaki ekspansi ke Timur Tengah termasuk Yordania sejak 2010, namun baru dilakukan berbagai persiapan tahun ini. Kantor perwakilan di Arab Saudi diharapkan segera beroperasi untuk mendukung perseroan dalam mengikuti tender proyek tahun depan.

Di penghujung tahun 2014, PT Wijaya Karya Tbk melakukan pembelian aset tetap berupa tanah dan bangunan (ex pabrik) milik PT Boma Bisma Indra (Persero) (BBI) senilai Rp86,01 miliar. Rencananya, aset tersebut akan digunakan untuk keperluan pengembangan properti WIKA Group. Disebutkan, di lokasi ini akan dibangun tiga tower bangunan tinggi, satu tower untuk kondotel dan dua tower untuk apartemen.

Aset tersebut memiliki luas total 10.825 meter persegi dan berlokasi di Jalan Ngagel No. 155-157, Kelurahan Ngagel, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur. Adapun transaksi afiliasi antara WIKA dan BBI dilakukan dihadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Eva Fitri Sagitarina, SH di Surabaya pada 24 Desember 2014 sebagaimana tercantum dalam Akta Jual Beli No. 47/2014 dan Akta Jual beli No. 48/2014.

Transaksi afiliasi tersebut juga telah dilaporkan kepada Ketua Otoritas Jasa keuangan melalui Surat Edaran SEKPER No. SE.01.01/A.SEKPER.11486/2014 tanggal 30 Desember 2014 tentang Keterbukaan Informasi transaksi afiliasi dalam rangka pembelian tanah dan bangunan (ex pabrik) milik BBI oleh WIKA. (bani)

Related posts