Jasa Marga Nantikan Kondisi Yang Tepat - Rilis Obligasi Rp 5 Triliun

NERACA

Jakarta – Guna mendanai ekspansi bisnisnya di tahun 2015, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) berencana menerbitkan surat utang (obligasi) senilai Rp5 triliun hingga akhir tahun,” Obligasi dikeluarkan dalam rangka menyiapkan diri kita untuk equity atau hak residusial atas aset.‎ Karena kita melakukan obligasi jika bunganya masih bagus,”kata Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk, Adityawarman di Jakarta, Senin (5/1).

Lebih lanjut, dia mengatakan, saat ini perseroan telah mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menerbitkan obligasi senilai Rp5 triliun. Dari total obligasi yang bakal diterbitkan Rp 5 triliun, saat ini perseroan sudah menerbitkan Rp3 triliun dan sementara Rp2 triliun sedang menunggu pasar bagus, seperti bunga murah dan faktor lainnya.

Dia menambahkan, obligasi perseroan akan berlaku hingga akhir 2015. Oleh karena itu, perseroan saat ini tengah menyiapkan strategi, apakah dilanjutkan atau tidak. Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 3,85 triliun.

Sekretaris Perusahaan PT Jasa Marga Tbk, David Wijayatno pernah bilang, capex tersebut akan digunakan untuk pengembangan bisnis dengan alokasi kegiatan operasional perseroan sebesar Rp 1,14 triliun, pengembangan usaha jalan tol senilai Rp 2,46 triliun dan pengembangan usaha lainnya sekitar Rp 250 miliar,”Kami juga siapkan Rp 130 miliar untuk ekspansi di sektor properti melalui anak usaha yaitu PT Jasa Marga Properti," katanya.

Adapun sumber pendanaan capex 2015, kata David, dari pinjaman dari luar perseroan sebesar Rp 1 triliun dan sekitar Rp 2,85 triliun dari kas internal perusahaan. Perusahaan pelat merah tersebut juga menargetkan pendapatan sebesar Rp 7,95 triliun di luar pendapatan kontruksi untuk tahun depan, atau naik 11% dari target akhir tahun sebesar Rp 7 triliun.

Perusahaan akan membangun beberapa ruas baru yang akan dioperasikan pada tahun ini, di antaranya jalan tol Gempol-Pasuruan ruas Gempol-Rembang, jalan tol Gempol-Pandaan, dan jalan tol Surabaya-Mojokerto Seksi IV (Krian-Mojokerto) dalam rangka mencapai target tersebut.

Selain itu, perseroan melalui anak usahanya PT Jasamarga Kualanamu Tol telah menandatangani kontrak perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) Medan-Kualanamu-Tebingtinggi. Disebutkan, jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing tinggi memiliki panjang total 61,70 km. Pembangunan tol dibagi menjadi tiga seksi. Dua seksi oleh Jasa Marga Kualanamu Tol dan satu seksi oleh Pemerintah.

Disebutkan, seksi pertama Tanjung Morawa (Medan)-Perbarakan-Kualanamu sepanjang 17,80 km sedang dibangun Pemerintahn dengan target penyelesaian pada tahun 2016. Sedangkan dua seksi lainnya sepanjang 43,90 KM, yakni seksi II Perbarakan-Lubuk Pakan dan seksi III Lubuk Pakam- Tebing Tinggi dibangun oleh PT Jasa Marga Kualanamu Tol.

Sebagai informasi, jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatra yang mempunyai peranan penting dalam pergerakan penumpang, barang dan jasa.Selain itu, jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi merupakan jalur alternatif kendaraan dari Medan ke Timur menuju Tebing Tinggi dan terkoneksi dengan Tol Belmera-Medan-Tanjung Morawa (Belmera). (bani)

Related posts