Fundamental Baik, IHSG Melesat Tajam

NERACA

Semarang - PT Danareksa Sekuritas Semarang menganggap kondisi fundamental Indonesia dalam kondisi baik sehingga berpengaruh positif terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG),”Kalaupun ada koreksi angkanya tidak terlalu besar dan itu lebih dipengaruhi oleh faktor teknikal yaitu aktivitas normal dari para investor," kata Branch Manager PT Danareksa Sekuritas Semarang, Melcy Rulandy S Makarawung di Semarang, Senin (5/1).

Menurutnya, besaran koreksi pada IHSG tidak mengkhawatirkan. Jika pada penutupan tahun lalu IHSG berada di level 5.200, untuk saat ini IHSG berada di level 5.212. Untuk jenis saham yang diperkirakan banyak diminati oleh investor pada tahun ini di antaranya infrastruktur, perbankan, properti, konstruksi, dan yang berhubungan dengan konsumer atau daya beli masyarakat salah satunya ritel.

Meski demikian, sektor yang berkontribusi paling besar pada pasar saham yaitu perbankan. Menurutnya, selama perbankan masih dalam kondisi sehat dengan bunga rendah maka inflasi juga akan rendah.

Selain itu, sektor infrastruktur juga akan diminati investor mengingat pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah akan segera dimulai. Sedangkan untuk jenis saham yang diperkirakan belum diminati oleh investor di antaranya agrobisnis dan pertambangan. Khusus untuk agrobisnis salah satu faktor penentu yaitu musim.

Menurutnya, baik untuk sektor agrobisnis maupun pertambangan dipengaruhi oleh rendahnya daya beli masyarakat pada sektor-sektor ini. Sementara itu, Melcy mengatakan secara keseluruhan aktivitas pasar saham juga sedikit dipengaruhi oleh musim. Menurutnya, jika musim hujan yang terjadi seperti halnya awal tahun lalu dan akhirnya berdampak pada banjir maka diprediksikan aktivitas investor akan turun,”Jika sampai terjadi kondisi seperti tahun lalu maka akan berdampak pada tingginya inflasi sehingga suku bunga acuan dari BI akan meningkat dan selanjutnya aktivitas saham akan turun," katanya.

Sebelumnya, Head of Equity Research Mandiri Sekuritas, John Rachmat pernah bilang, IHSG 2015 diperkirakan akan tumbuh lebih agresif hingga menembus level 6.350. Menurutnya, ada beberapa alasan bila IHSG tahun depan akan tembus 6.350 poin. Pertama didukung indikator pendorong perbaikan ekonomi Indonesia yang sudah ada seperti penghematan anggaran dari pengurangan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi sentimen positif di pasar saham,”Tahun depan kita prediksikan IHSG di angka 6.350, ada kenaikan sekitar 24-25%," ujarnya.

John menjelaskan, pemangkasan subsidi BBM ini membuat negara punya ruang fiskal yang lebih lebar untuk pembangunan infrastrktur yang lebih baik. Ini jadi sentimen positif di pasar. Selain itu, kondisi politik dalam negeri tahun depan diperkirakan sudah mulai kondusif. Tahun depan, hal yang jadi perhatian adalah soal persetujuan APBNP 2015. Selama tidak ada tarik-menarik yang alot di DPR, pasar akan kondusif.

Hal lain yang juga mendorong sentimen positif di pasar adalah soal peringkat S&P terhadap investasi Indonesia yang diperkirakan akan naik,”Menurut S&P, kebijakan fiskal kita konservatif, infrastruktur sangat under, sekarang presiden baru sudah fokus ke situ, sehingga ada respect dari S&P di bulan April, saat ini peringkat kita stabil dan akan naik," ungkapnya. (ant/bani)

Related posts