Pelayanan Mudik Kualitasnya Menurun

NERACA

Bandung - Terkait dengan pelayanan mudik Lebaran pemerintah harus meminta maaf atas kurang maksimalnya pelayanan mudik tahun 2011. Kualitas pelayanan mudik oleh pemerintah tahun ini dirasakan menurun dibanding tahun sebelumnya, baik dari sisi Keamanan, Kenyamanan dan Keselamatan.

“Penurunan dari sisi Keamanan bisa dilihat maraknya kasus kejahatan yang menimpa pemudik baik yang menggunakan bus maupun kereta. Kejadian pembajakan kereta api merupakan kasus yang paling menonjol disamping modus kejahatan lama seperti pencopetan dan hipnotis,” ujar anggota Komisi V DPR RI, Yudi Widiana Adia.

Dari sisi kenyamanan, lanjut dia, hal yang paling dirasakan adalah meningkatnya keluhan akan kemacetan di berbagai ruas jalan di pulau Jawa termasuk beberapa jalur yang selama langganan macet juga belum menampakkan perbaikan. Meningkatnya volume kendaraan pada waktu yg sama berdampak pada kemacetan yang sangat luar biasa.

Sebagai gambaran waktu tempuh Jakarta-Solo menjadi 45 jam. Jakarta- Yogyakarta 43 jam. Demikian juga waktu tempuh Jakarta-Semarang dan Jakarta-Surabaya yang harus dijalani dua kali lebih lama.Kondisi juga terjadi pada jalur pendek yang menderita kemcetan hebat antara lain jalur Sukabumi-Ciawi ditempuh dgn waktu 18 jam dan Bandung-Tasik ditempuh dengan waktu 10 jam.

Sementara itu dari sisi keselamatan juga sangat memprihatinkan dengan meningkatnya kuantitas kecelakaan, khususnya darat dan laut. Data yang dikeluarkan Mabes Polri menunjukkan angka kecelakaan tahun ini mencapai 4.071 kejadian, meningkat tajam dari tahun sebelumnya yang hanya 2.625 kejadian.

Related posts