Pengawasan Terintegrasi Diperlukan - Cegah Timbulnya Krisis

NERACA

Jakarta - Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Achmad Baiquni, menilai fungsi pengaturan dan pengawasan sektor keuangan secara terintegrasi oleh Otoritas Jasa Keuangan diperlukan untuk mencegah krisis ekonomi.

"Pengawasan sektor keuangan secara terintegarasi itu penting karena ancaman krisis tidak saja dari sektor perbankan, bisa juga dari sektor lain. Pengawasan terintegrasi yang dilakukan OJK tidak hanya mengawasi banknya saja, tetapi juga mengawasi anak perusahaannya, ini penting," katanya di Jakarta, Minggu (4/1).

Menurut dia, langkah Pemerintah Indonesia mendirikan OJK yang berfungsi untuk melakukan pengawasan sektor keuangan terintegrasi sudah tepat seiring dengan perkembangan industri keuangan yang cukup cepat.

"Tanpa pengawasan terintegrasi kondisi perekonomian Indonesia agak rawan dalam menghadapi krisis," terang Baiquni.

Selain itu, menurut dia, keberadaan OJK yang juga mengatur perkembangan industri keuangan non bank juga membantu kemajuan sektor perbankan. Pengaturan dan pengawasan yang dillakukan OJK membuat industri nonbank akan setara dengan perbankan, ini akan sangat membantu kemajuan industri.

Secara umum, Baiquni melihat prospek perekonomian Indonesia di 2015 akan lebih baik dibandingkan 2014 mengingat Pemerintah memfokuskan pembangunan ekonomi di bidang infrastruktur serta terus meningkatnya usia penduduk produktif yang akan mendorong tingkat konsumsi masyarakat.

"Pembangunan infrastruktur akan membawa dampak lanjutan yang besar terhadap bidang ekonomi lain dan ini peluang untuk peningkatan kredit menengah, kecil dan mikro. Dan ini merupakan peluang bagi BRI," tandasnya. [ardi]

Related posts